SEMEN PORTLAND


Semen portland dalam proses pengerasannya apabila bersentuhan dengan air, dan akan terbentuk suatu adukan yang disebut dengan pasta semen. Pasta semen portland tersebut apabila ditambahkan pasir dan kerikil lalu diaduk hingga sampai merata (homogen) maka dinamakan sebagai adukan beton. Pada proses pengerasan semen portland yang di campur dengan air, pasir dan kerikil tersebut berdasarkan hasil pengamatan lamanya kira-kira sekitar 3 jam, tetapi itupun dipengaruhi oleh mutu dan jenis semennya. Maka apabila di dalam proses pelaksanaan pekerjaan beton supaya dapat menghasilkan mutu beton yang bagus maka perlu pengawasan oleh orang yang mengerti betul tentang beton sehingga kualitasnya bagus. Sebagai dasar pengetahuan didalam pekerjaan konstruksi, tentang semen portland sebagai bahan pengikat untuk mutu dari kekuatan beton tersebut maka semen portland seperti kita ketahui ada 5 kelas, yaitu :
  1. Semen portland mutu S.325 umur 28 hari  dengan kekuatan tekannya 325 kg/cm2
  2. Semen portland mutu S.400 umur 28 hari dengan kekuatan tekannya 400 kg/ cm2
  3. Semen portland mutu S.475 umur 28 hari dengan kekuatan tekannya 475 kg/ cm2
  4. Semen portland mutu S.550 umur 28 hari dengan kekuatan tekannya 550 kg/ cm2
  5. Semen portland mutu S.S umur 1 hari dengan kekuatan tekannya 225 kg/ cm2 dan pada umur 7 hari kekuatan tekannya 525 kg/ cm2

Dari kelima kelas semen portland tersebut selama proses pengerasan di dalam pengerjaan beton untuk mendapatkan ikatan semen yang bagus dengan baja tulangan perlu pengawasan betul-betul.

PENGETAHUAN DASAR ILMU UKUR TANAH UNTUK MEMPERPANJANG GARIS LURUS DI LAPANGAN


Pengetahuan dasar ilmu ukur tanah tentang memperpanjang garis lurus di lapangan hampir sama dengan cara membuat garis lurus di lapangan. Tetapi ada sedikit perbedaan di dalam memperpanjang garis lurus di lapangan titik – titik yang akan ditentukan di antara dua titik yang sudah diketahui di lapangan. Sedangkan pada pekerjaan memperpanjang garis lurus di lapangan titik – titik yang akan ditentukan di luar garis sudah diketahui, mungkin di belakang atau di muka dua titik yang sudah diketahui.  Dalam memperpanjang garis lurus di lapangan ini dapat dilakukan secara tim atau dapat juga perorangan. Sedangkan pada pekerjaan membuat garis lurus di lapangan minimal dikerjakan dua orang. Bisa dikerjakan secara perorangan, hanya saja arah geraknya harus mundur dan jarak yalon yang telah ditancapkan dengan yalon yang akan ditempelkan tidak terlalu jauh untuk menghindari kesalahan. Di dalam pengetahuan dasar ilmu ukur tanah dalam menggunakan alat ukur sederhana untuk dapat memperpanjang garis lurus di lapangan dengan benar, maka ada beberapa peralatan yang harus dipersiapkan terlebih dahulu yaitu yalon, patok dan palu kayu, meteran, data board, serta alat tulis. Untuk lebih jelas dalam memahami pengetahuan pengetahuan dasar ilmu ukur tanah untuk membuat garis lurus di lapangan bisa di lihat pada gambar di bawah ini.
 Gambar pemasangan yalon untuk memperpanjang garis lurus di lapangan

Tahapan kerja dari gambar tersebut di atas untuk memperpanjang garis lurus dilapangan adalah sebagai berikut :
  1. Tancapkan dua buah yalon di lapangan, misalnya yalon P dan yalon Q.
  2. Orang pertama berdiri di belakang yalon titik P lebih kurang berjarak ± 25 cm  kemudian membidik ke arah Q.
  3. Orang kedua menempatkan  yalon R kira – kira  segaris antara yalon P dan Q.
  4. Orang pertama member isyarat orang kedua untuk menggeser – geser jalur R segaris dengan bidikan yalon P dan Q.
  5. Dan seterusnya dengan cara yang sama, orang kedua meletakkan yalon S segaris dengan yalon P dan Q dan yalon T segaris dengan P dan Q.
  6. Dengan demikian bila yalon Q, S, dan T dilihat dari depan yalon Q sudah tidak kelihatan karena tertutup oleh yalon R berarti P, R, S, T dan Q membentuk garis lurus.
  7. Hasil pengukuran beserta gambarnya dibuatkan.


PENGETAHUAN DASAR ILMU UKUR TANAH UNTUK MEMBUAT GARIS LURUS DI LAPANGAN

Pengetahuan dasar ilmu ukur tanah untuk menentukan garis lurus maka harus ditentukan terlebih dahulu titik – titik di lapangan. Garis lurus tersebut menghubungkan dua titik ujung dengan jumlah yang cukup banyak, sehingga garis lurus itu kelihatan dengan jelas. Titik- titik tersebut dinyatakan dengan yalon dan tiap – tiap bagian garis yang terletak antara yalon dianggap lurus. Sebagai syarat utama untuk mencapai tingkat ketelitian yang cukup besar maka tiap – tiap yalon harus terletak tegak lurus. Untuk itu, selalu diupayakan untuk semua yalon diletakkan dengan tegak lurus.  Jarak antara kedua titik di lapangan dikatakan lurus apabila jarak yang diukur tersebut panjangnya tidak melebihi dari 3,5 m. Karena apabila jaraknya melebihi 3,5 m sangat dipengaruhi adanya faktor dari kelengkungan bumi. Namun bila dalam pengukuran tidak dituntut adanya faktor keakuratan, maka pengaruh dari kelengkungan bumi tersebut dapat diabaikan. Beberapa hal yang harus diperhatikan di dalam membuat garis lurus antara dua titik di lapangan, yaitu :


1.   Perhatikan dengan baik lokasi dimana kita akan melakukan pengukuran,
2.   Perhatikan dengan seksama langkah – langkah kerjanya,
3.   Mengincar yalon pada posisi ( kanan dan kiri ),
4.   Menancapkan yalon harus posisinya tegak lurus,
5. Pasangan dari yalon-yalon tersebut harus tepat sesuai titik – titik yang telah ditentukan.
Di dalam pengetahuan dasar ilmu ukur tanah dalam menggunakan alat ukur sederhana untuk dapat membuat garis lurus di lapangan dengan benar, maka ada beberapa peralatan yang harus dipersiapkan terlebih dahulu yaitu yalon, patok dan palu kayu, meteran, data board, serta alat tulis. Untuk lebih jelas dalam memahami pengetahuan pengetahuan dasar ilmu ukur tanah untuk membuat garis lurus di lapangan bisa di lihat pada gambar di bawah ini
 
Gambar pemasangan yalon untuk membuat garis lurus di lapangan

Tahapan kerja dari gambar tersebut di atas untuk membuat garis lurus dilapangan adalah sebagai berikut :
1.  Tancapkan dua buah yalon di lapangan , misalnya yalon P dan yalon Q.
2.  Orang pertama berdiri di belakang yalon titik P sejauh x cm ( ± 30 cm ) ke arah titik Q dan memberi perintah pada orang kedua.
3.  Orang kedua memegang yalon dengan ibu jari dan jari telunjuk, mengikuti petunjuk orang pertama sehingga yalon A segaris lurus dengan P dan Q.
4.  Orang kedua menancapkan yalon A setegak mungkin dengan titik yang sudah didapat.
5. Orang pertama mengincar kembali posisi yalon, sehingga benar – benar tampak yalon PAQ berimpit.
6.   Demikian dilakukan seperti di atas pada yalon B, C dan seterusnya.
7.  Bila pekerjaan selesai, maka titik – titik P, A, B, C,…, Q tampak seperti satu yalon, karena lurus sekali. 
8. Selanjutnya dilakukan pengukuran beserta gambar hasil pengukuran di lapangan.