Mingguan Mimbar Karya, 8 Juli 1990
SATU Cangkir kopi biasa, mengandung 80 sampai 150 mg kafein. Bila seseorang setiap hari menghabiskan empat cangkir kopi (±, 600 mg), kira-kira dua gelas besar kopi panas (pagi-sore), maka ada kecenderungan ia akan menjadi kecanduan (kopi). Kalau suatu hari hubungan dengan kopi tiba-tiba terputus-- entah karena sakit atau lainnya, maka mula-mula sangat sulit menghilangkan rasa sakit yang menyerang bagian kepalanya...
Kopi diminum orang secara tidak sengaja. Menurut yang empunya cerita, tersebutlah seorang Arab bernama Kaldi, si penggembala domba. Pada suatu hari Kaldi melihat dombanya melompat-lompat kegirangan di bawah terik sinar matahari. Setelah dia amati dengan cermat, ternyata domba itu baru saja memakan biji suatu tanaman perdu yang tumbuh di sekitar padang penggembalaannya. Karena ingin mencoba, Kaldi lalu ikut menelan beberapa butir biji itu. Tidak berapa lama kemudian perasaan Kaldi menjadi segar dan nyaman.
Terlepas dari kebenaran cerita tadi, pada tahun 575 Masehi tentara Parsi sudah mengenal khasiat kopi ini. Mereka membawanya ke Yaman, di mana orang Arab kemudian mencoba mengolah biji yang pahit itu menjadi suatu minuman yang sedap. Sampai pada awal abad ke-17 semua biji kopi yang beredar di Eropa berawal dari tanah Arab, yang diekspor melalui pelabuhan Mocha. Karena itu Mocha lama-kelamaan menjadi sinonim kopi.
Orang-orang mulai gemar minum kopi sejak penggal awal abad ke-16. Penduduk Kairo, mulai mengenalnya pada tahun 1510. Pada abad berikutnya kopi baru mencapai daratan Eropa. Hal ini disebabkan karena banyak orang menganggap minuman itu beracun. Bangsa Italia mengenal kopi pada tahun 1644, dan bangsa Inggris baru mengenalnya pada tahun 1650. Tetapi pada tahun 1675 di London diperkirakan sudah ada 3.000 warung kopi.
Masuk ke Jawa
Bangsa Belanda memperkenalkan kopi ini ke Sri Langka pada tahun 1685 dan ke Jawa pada tahun 1699, di mana selanjutnya perdu ini ditanam secara besar-besaran. Selama 100 tahun bangsa Belanda tetap menguasai perdagangan kopi ini. Walaupun pada tahun 1727 kopi juga sudah diperkenalkan kepada Brazil, negeri ini memerlukan waktu 70 tahun agar bisa mengekspornya. Columbia akhirnya bisa menjadi negeri pengekspor kopi nomor dua pada tahun 1935. Meksiko, El Salvador, Guatemala dan Kosta Rika, kemudian juga merupakan negeri penghasil kopi.
Pada tahun 1869 di Sri Langka terjadi wabah penyakit jamur kopi yang disebut dengan Hemileia vastatrix. Seluruh tanaman kopi di pulau itu musnah. Penduduk menjadi jera dan menggantinya dengan tanaman teh. Kopi robusta (coffee canephora) yang berasal dari Uganda sebenarnya tahan terhadap hama ini. Tapi karena kualitas aromanya kurang baik, harganya menjadi merosot. Orang pada enggan menanamnya dan kini hanya merupakan 9% saja dari seluruh produksi dunia.
Minuman Perangsang
Minuman Perangsang terdiri atas dua macam.
Pertama: yang mengandung alkohol dan kedua: yang mengandung alkaloid ini bisa dibuat dari daun teh, daun mate dan biji kopi. Minuman dari daun teh dan biji kopi sudah kita kenal semua.
Yang dibuat dari daun mate dikenal dengan yerba tea atau Paraguaya tea yang sangat populer di Amerika Latin.
Biji kopi mengandung 1,3% alkaloid kafein yang merupakan zat perangsang. Aromanya disebabkan oleh minyak kafeol yang mudah menguap. Karena aroma ini, selain sebagai minuman perangsang, kopi dipakai pula sebagai penyedap kue, roti atau es krim.
Dipandang dari nilai gizinya, kopi kalah dengan coklat. Coklat tidak banyak mengandung kafein, oleh karena zat itu musnah pada saat diproses. Kandungan alkaloidnya hanya tinggal theobromine saja. Karena nilai gizi kopi yang rendah ini, sebaiknya kopi dicampur dengan gula dan susu.
Softdrink yang Mengandung Kopi
Kadang-kadang sukar untuk menentukan, apakah suatu minuman itu merangsang atau tidak. Ada beberapa softdrink yang termasuk dalam golongan ini. Yang satu ternyata mengandung 16 mg kafein dalam 240 ml, sedangkan yang lainnya bisa mengandung 26 mg kafein dalam 240 ml. Untuk menggambarkan kadar kafein ini bisa dibandingkan dengan secangkir kopi biasa yang mengandung 80-150 mg kafein.
Minuman yang benar-benar berada di perbatasan antara yang merangsang dan yang tidak ialah coklat. Kadar kafeinnya sekitar 6 mg tiap 150 ml.
Ada minuman lain yang rasanya seperti kopi, namun tidak mengandung kafein misalnya: Liberia, kopi Mac Laud dan kopi Quillon.
Selain itu ada pula tanaman lain yang bukan kopi yang dipakai sebagai pengganti kopi. Wortel, kacang hijau dan asam Texas merupakan pengganti kopi yang paling baik.
Meningkatkan Kadar Kholesterol
Dengan dosis kafein 85-200 mg (1 cangkir kopi mengandung 80-150 mg kafein) rasa mengantuk dan rasa lelah akan hilang, sehingga produktifitas akan meningkat dan jalan pikiran menjadi lancar. Nadi bertambah dan tekanan darah naik, sehingga sebentar-sebentar pergi ke kamar kecil, oleh karena produksi kencing juga naik. Asam lambung diproduksi lebih banyak, sehingga mereka mempunyai tukak lambung akan mengeluh sakit perut setelah minum kopi. Oleh karena itu para penderita penyakit tekanan darah tinggi dan tukak lambung dianjurkan untuk berpantang minum kopi.
Dengan dosis kafein 250 mg gejala keracunan kafein bisa terjadi. Gejala ini ditandai dengan perasaan mual, tidak bisa tidur, gelisah, berdebar-debar dan mudah tersinggung.
Setelah terbiasa minum kopi dengan dosis kafein lebih dari 600 mg sehari akan terjadi kafeinisme,yaitu penyakit ketergantungan terhadap kopi. Artinya, bila kebiasaan minum kopi dihentikan dengan mendadak, akan terjadi gejala withdrawl. Gejala itu berupa sakit kepala yang hanya bisa sembuh bila minum kopi lagi.
Sakit kepala seperti itu tak akan sembuh, bila diobati dengan aspirin atau parasetamol saja. Bila diberi obat sakit kepala yang mengandung kafein, yang banyak dijual bebas di warung (50 mg kafein pertablet), keluhan itu akan lenyap untuk sementara waktu. Dari sini nampak, bahwa penambahan kafein pada obat-obat itu sebenarnya malah akan memperpanjang gejala ketagihan pada pasien. Ini berbeda dengan tujuan semula, di mana kafein diharapkan akan mengurangi efek mengantuk.
Jerusalem Lipid Reserach Clinic mengadakan penyelidikan pada 1007 orang laki-laki dan 589 orang wanita peminum kopi. Ternyata kadar kholesterol mereka meningkat semua. Ratio kholesterol HDL : kholesterol LDL mereka menurun. Ini berarti resiko mereka untuk menderita penyakit jantung koroner sangat besar.
Pada penyelidikan serupa di Amerika Serikat mereka yang minum kopi lebih dari dua cangkir sehari, kadar apolipoprafein B-nya akan meningkat. Fraksi lemak ini juga bertanggung jawab terhadap terjadinya penyakit jantung koroner.
Kopi yang Bukan Kopi
Setelah banyak diketahui efek kafein yang kurang menyenangkan, maka para ahli mulai memikirkan bagaimana mengeluarkan kafein dari kopi. FDA, suatu Badan Pengawas Obat dan Makanan Amerika Serikat hanya mengijinkan dua macam obat pelarut kafein. Kedua zat itu inlah: Methylene chloride atau ethylacetate. Sedikit methylene chloride atau ethylacetate yang tercampur dalam kopi "0"-- demikian nama kopi tanpa kafein itu-- tidak akan menimbulkan kanker. Begitulah kesimpulan penyelidikan mereka pada tikus.
Kafein bisa ditemukan pada pelbagai minuman dan makanan. Apakah sudah terjadi keracunan kafein, sukar ditentukan. Yang agak mudah diketahui ialah keracunan kafein pada anak-anak. Bila seorang anak yang nampak sehat-sehat saja mengalami kesulitan tidur dan jantungnya berdebar-debar, tanyakanlah kepadanya atau ibunya, apakah dia terlalu banyak makan coklat atau minum softdrink tertentu. (WS).
Home » Archive for Januari 2010
Kaitan Kolesterol dengan Fungsi Seksual
Oleh : DR. Djoko Susanto
Mingguan MIMBAR KARYA, 23 September 1990
Apa itu kolesterol?
Akhir-akhir ini kolesterol merupakan perkataan yang banyak menghantui kalangan masyarakat, karena dianggap sebagai salah satu pembunuh manusia yang tidak kentara.
Rasa takut itu bersumber dari informasi, bahwa orang yang makan terlalu banyak makanan yang berlemak, sangat besar risikonya meninggal karena tekanan darah tinggi. Dan tekanan darah tinggi akibat makanan-makanan berlemak itu meningkatkan kadar kolesterol dalam darah. Nah, kemudian timbul pertanyahn: Cukup beralasankah, jika kita menganggap kolesterol itu sebagai musuh bagi tubuh kita?
Dalam kaitan itu maka perlu kita pahami dulu apakah kolesterol, bagaimana kolesterol berada dalam darah, apa fungsi dan peranannya, serta makanan-makanan apakah yang dipandang kurang dianjurkan karena dapat meningkatkan kadar kolesterol dalam tubuh.
Kolesterol sebagai ‘turunan’ dari lipids berada dalam tubuh kita melalui proses yang panjang. Proses itu disebut sebagai metabolisms zat lemak. Kehadiran kolesterol dalam tubuh kita justru diperlukan, tetapi dalam batas-batas yang tidak mengganggu fungsi bagian-bagian dalam tubuh kita.
Jika tubuh kita kekurangan atau kelebihan kolesterol secara mencolok, maka dampak negatif tertentu dapat terjadi.
Kehadiran kolesterol dalam tubuh kita dapat ditemukan dalam jaringan-jaringan tubuh, terutama dalam hati (liver) dan di bawah kulit. Dalam hati, kolesterol berada bersama-sama dengan zat lain yang disebut fosfolipids dan membentuk asam lemak hati. Dalam keadaan normal, berat asam lemak hati adalah sekitar 5% dari beratnya hati. Tetapi dalam kondisi tidak normal, seperti pada penderita kencing manis, penyakit kuning, dan pada seseorang yang terlalu banyak makan makanan berlemak, akan ditemukan adanya perlemakan dalam hati. Jumlah lemak dalam hati dalam kondisi tersebut dapat mencapai 25-30% dari berat hati. Dan dalam keadaan itu, maka kadar kolesterol dalam hati juga meningkat.
Apa fungsi kolesterol bagi tubuh?
Untuk menawarkan kekhawatiran kita terhadap kolesterol, berikut ini saya kemukakan beberapa fungsi zat itu dalam tubuh kita, seperti ditemukan dalam beragam pustaka dan hasil-hasil percobaan.
(1) Kolesterol berperanan penting sebagai pengangkut asam-asam lemak tubuh, termasuk yang disimpan di bawah kulit (Ibu-ibu yang ingin kulitnya bagus dan tetap mengkilap, jangan takut terhadap kolesterol);
(2) Kolesterol berperanan dalam reaksi immonologis atau daya kekebalan tubuh terhadap berbagai penyakit;
(3) Kolesterol berfungsi menetralkan zat-zat yang berbahaya bagi tubuh. Misalnya racun ular, racun bakteri, dan sebagainya.
(4) Kolesterol berperanan dalam pembentukan pregnanediol, yaitu hormon seksual pada wanita, yaitu hormon yang diperlukan dalam proses kehamilan. Diduga, kolesterol juga berperanan dalam pembentukan hormon-hormon seksual lainnya, dan hormon adrenal kortikal;
(5) Seperti telah disinggung di muka, kolesterol berperanan penting dalam proses pembentukan berbagai jaringan tubuh.
(6) Dalam proses metabolisme, maka kolesterol diubah menjadi dehydrocholesterol, dalam pembentukan provitamin D.
Namun demikian, perlu diingat bahwa adanya kolesterol yang terlampau banyak dalam tubuh akan menyebabkan menurunnya kadar fosfolipids dalam hati, dan akibatnya akan terjadi penimbunan asam lemak.
Makanan-makanan yang mengandung kadar asam-asam lemak tidak jenuh dapat menghindarkan proses perlemakan hati. Asam-asam lemak tidak jenuh ini juga biasa disebut sebagai asam-asam lemak essensial bagi tubuh. Contohnya adalah makanan-makanan yang digoreng dengan minyak kelapa, yang dibuat dengan menggunakan santan, dan margarine.
Dalam tubuh, makanan-makanan tersebut akan meningkatkan kadar fosfolipids, tetapi menurunkan kolesterol. Sebaliknya, makanan tertentu dan minuman keras dapat meningkatkan kadar kolesterol dalam tubuh, karena zat-zat yang diserap oleh usus halus diubah menjadi asam asetat. Dan asam ini kemudiar menimbulkan kolesterol!
Makanan apa yang dipandang aman?
Secara teorinya, makan apa pun jika berkelebihan adalah tidak baik bagi tubuh. Sebaliknya, jika makan makanan yang berkadar kolesterol tinggi, tetapi diimbangi oleh makanan-makanan lain dalam susunan yang seimbang, maka kolesterol yang berlebihan itu sebagian akan dibuang melalui air seni.
Makanan-makanan yang berasal dari bahan hewani seperti: telur (terutama bagian merah telur), jerohan dari hewan kaki empat (termasuk usus, babat, dan torpedo), daging berlemak dan krim (serta produknya: keju dan mentega/cream butter) umumnya dipandang sebagai berkadar kolesterol tinggi. Dan pembaca yang mengidap penyakit tertentu seperti: tekanan darah tinggi, kencing manis dan penyakit hati, serta tubuhnya kegemukan dianjurkan untuk mengurangi makanan-makanan di atas sebanyak mungkin. Sebaliknya, makanan-makanan yang dipandang cukup aman dari gangguan 'kelebihan kolesterol' adalah: ikan laut/ikan segar, daging ayam, putih telur, susu tidak berlemak (skim milk), tempe, tahu, sayuran dan buah-buahan.
Kegiatan seksual dan kolesterol
Sejauh mana seseorang yang telah menikah dan tubuhnya mengandung kolesterol yang relatif tinggi dapat melakukan kegiatan seksual?
Kadar kolesterol yang tinggi dalam tubuh seseorang (ini dapat diketahui melalui pemeriksaan darah) umumnya erat berkaitan dengan meningkatnya tekanan darah. Sedangkan dalam melakukan kegiatan seksual, hampir seluruh organ tubuh seseorang meningkat keaktifannya. Termasuk detak jantung yang lebih kuat dan lebih frekuen, serta peredaran darah cepat pula.
……………maaf terpotong…………
Mingguan MIMBAR KARYA, 23 September 1990
Apa itu kolesterol?
Akhir-akhir ini kolesterol merupakan perkataan yang banyak menghantui kalangan masyarakat, karena dianggap sebagai salah satu pembunuh manusia yang tidak kentara.
Rasa takut itu bersumber dari informasi, bahwa orang yang makan terlalu banyak makanan yang berlemak, sangat besar risikonya meninggal karena tekanan darah tinggi. Dan tekanan darah tinggi akibat makanan-makanan berlemak itu meningkatkan kadar kolesterol dalam darah. Nah, kemudian timbul pertanyahn: Cukup beralasankah, jika kita menganggap kolesterol itu sebagai musuh bagi tubuh kita?
Dalam kaitan itu maka perlu kita pahami dulu apakah kolesterol, bagaimana kolesterol berada dalam darah, apa fungsi dan peranannya, serta makanan-makanan apakah yang dipandang kurang dianjurkan karena dapat meningkatkan kadar kolesterol dalam tubuh.
Kolesterol sebagai ‘turunan’ dari lipids berada dalam tubuh kita melalui proses yang panjang. Proses itu disebut sebagai metabolisms zat lemak. Kehadiran kolesterol dalam tubuh kita justru diperlukan, tetapi dalam batas-batas yang tidak mengganggu fungsi bagian-bagian dalam tubuh kita.
Jika tubuh kita kekurangan atau kelebihan kolesterol secara mencolok, maka dampak negatif tertentu dapat terjadi.
Kehadiran kolesterol dalam tubuh kita dapat ditemukan dalam jaringan-jaringan tubuh, terutama dalam hati (liver) dan di bawah kulit. Dalam hati, kolesterol berada bersama-sama dengan zat lain yang disebut fosfolipids dan membentuk asam lemak hati. Dalam keadaan normal, berat asam lemak hati adalah sekitar 5% dari beratnya hati. Tetapi dalam kondisi tidak normal, seperti pada penderita kencing manis, penyakit kuning, dan pada seseorang yang terlalu banyak makan makanan berlemak, akan ditemukan adanya perlemakan dalam hati. Jumlah lemak dalam hati dalam kondisi tersebut dapat mencapai 25-30% dari berat hati. Dan dalam keadaan itu, maka kadar kolesterol dalam hati juga meningkat.
Apa fungsi kolesterol bagi tubuh?
Untuk menawarkan kekhawatiran kita terhadap kolesterol, berikut ini saya kemukakan beberapa fungsi zat itu dalam tubuh kita, seperti ditemukan dalam beragam pustaka dan hasil-hasil percobaan.
(1) Kolesterol berperanan penting sebagai pengangkut asam-asam lemak tubuh, termasuk yang disimpan di bawah kulit (Ibu-ibu yang ingin kulitnya bagus dan tetap mengkilap, jangan takut terhadap kolesterol);
(2) Kolesterol berperanan dalam reaksi immonologis atau daya kekebalan tubuh terhadap berbagai penyakit;
(3) Kolesterol berfungsi menetralkan zat-zat yang berbahaya bagi tubuh. Misalnya racun ular, racun bakteri, dan sebagainya.
(4) Kolesterol berperanan dalam pembentukan pregnanediol, yaitu hormon seksual pada wanita, yaitu hormon yang diperlukan dalam proses kehamilan. Diduga, kolesterol juga berperanan dalam pembentukan hormon-hormon seksual lainnya, dan hormon adrenal kortikal;
(5) Seperti telah disinggung di muka, kolesterol berperanan penting dalam proses pembentukan berbagai jaringan tubuh.
(6) Dalam proses metabolisme, maka kolesterol diubah menjadi dehydrocholesterol, dalam pembentukan provitamin D.
Namun demikian, perlu diingat bahwa adanya kolesterol yang terlampau banyak dalam tubuh akan menyebabkan menurunnya kadar fosfolipids dalam hati, dan akibatnya akan terjadi penimbunan asam lemak.
Makanan-makanan yang mengandung kadar asam-asam lemak tidak jenuh dapat menghindarkan proses perlemakan hati. Asam-asam lemak tidak jenuh ini juga biasa disebut sebagai asam-asam lemak essensial bagi tubuh. Contohnya adalah makanan-makanan yang digoreng dengan minyak kelapa, yang dibuat dengan menggunakan santan, dan margarine.
Dalam tubuh, makanan-makanan tersebut akan meningkatkan kadar fosfolipids, tetapi menurunkan kolesterol. Sebaliknya, makanan tertentu dan minuman keras dapat meningkatkan kadar kolesterol dalam tubuh, karena zat-zat yang diserap oleh usus halus diubah menjadi asam asetat. Dan asam ini kemudiar menimbulkan kolesterol!
Makanan apa yang dipandang aman?
Secara teorinya, makan apa pun jika berkelebihan adalah tidak baik bagi tubuh. Sebaliknya, jika makan makanan yang berkadar kolesterol tinggi, tetapi diimbangi oleh makanan-makanan lain dalam susunan yang seimbang, maka kolesterol yang berlebihan itu sebagian akan dibuang melalui air seni.
Makanan-makanan yang berasal dari bahan hewani seperti: telur (terutama bagian merah telur), jerohan dari hewan kaki empat (termasuk usus, babat, dan torpedo), daging berlemak dan krim (serta produknya: keju dan mentega/cream butter) umumnya dipandang sebagai berkadar kolesterol tinggi. Dan pembaca yang mengidap penyakit tertentu seperti: tekanan darah tinggi, kencing manis dan penyakit hati, serta tubuhnya kegemukan dianjurkan untuk mengurangi makanan-makanan di atas sebanyak mungkin. Sebaliknya, makanan-makanan yang dipandang cukup aman dari gangguan 'kelebihan kolesterol' adalah: ikan laut/ikan segar, daging ayam, putih telur, susu tidak berlemak (skim milk), tempe, tahu, sayuran dan buah-buahan.
Kegiatan seksual dan kolesterol
Sejauh mana seseorang yang telah menikah dan tubuhnya mengandung kolesterol yang relatif tinggi dapat melakukan kegiatan seksual?
Kadar kolesterol yang tinggi dalam tubuh seseorang (ini dapat diketahui melalui pemeriksaan darah) umumnya erat berkaitan dengan meningkatnya tekanan darah. Sedangkan dalam melakukan kegiatan seksual, hampir seluruh organ tubuh seseorang meningkat keaktifannya. Termasuk detak jantung yang lebih kuat dan lebih frekuen, serta peredaran darah cepat pula.
……………maaf terpotong…………
JIKA KEPUTIHAN, Kurangi Makan Manis
Mingguan MIMBAR KARYA, 13 dan 20 Mei 1990
AKHIR-akhir ini Nyonya Ida sering resah, sedih, cemas dan merasa malu. Akibatnya, nyonya muda beranak dua ini cenderung menarik diri dari pergaulan. Padahal selama ini Nyonya Ida begitu lincah dan ceria. Bukan itu saja perubahan yang terjadi pada wanita berusia 26 tahun ini. Belakangan ini ia segan melakukan hubungan intim dengan suaminya. Dan Agus, sang suami, merasa heran dengan penolakan istrinya karena Nyonya Ida sendiri tak jelas memberi alasan penolakannya.
Apa sebetulnya yang terjadi pada Nyonya Ida? Ia terserang penyakit keputihan, yang dalam istilah kedokteran disebut leukore atau fluor albus. Istilah keputihan ini digunakan apabila ada gejala keluarnya cairan dari saluran kelamin wanita yang berlangsung lama dan berulang-clang. Warna dan sifat cairan tersebut dapat bermacam-macam. Dapat jernih tanpa warna, encer atau kental, berwarna kehijauan atau kekuningan, berbuih atau bergumpalan kecil, tidak berbau sampai berbau menusuk. Keluarnya bisa sedikit bisa pula sangat banyak.
Keputihan atau juga disebut pektai, dapat menimbulkan rasa gatal di daerah vagina, lipat paha dan menyebabkan rasa pedih pada waktu kencing bahkan rasa sakit pada waktu berhubungan. Inilah yang menyebabkan mengapa Nyonya Ida sering menolak suaminya. Ia juga terpaksa menarik diri dari pergaulan, karena malu setiap saat harus menggaruk-garuk di bagian pangkal pahanya.
"Belum lagi kalau cairan keputihan itu banyak. Bila ini terjadi, maka wanita penderita harus ganti celana dalam berulang kali. Atau bahkan harus memakai pembalut karena terasa sangat basah," kata Dr. Pudji K.Syarifuddin dari Bagian Parasitologi FKUI. Menurutnva, keadaan basah ini menyebabkan kulit mudah lecet sehingga terasa pedih bila terkena air. Apalagi bila terkena air kencing sendiri. Bau yang ditimbulkannya, juga merupakan salah satu keluhan penting yang dapat menghantui seorang wanita.
Gatal yang muncul bisa sewaktu-waktu saja, misalnya hanya pada malam hari. Tetapi dapat pula timbul terus-menerus, membuat penderita tidak bisa tenang berbuat apa pun. Lebih jauh, gejala-gejala ini dapat menyebabkan tekanan jiwa, menimbulkan rasa malu, rendah diri dan selalu resah. "Leukore bagi seorang wanita, tidak sekadar penyakit pada organ seksual, tetapi dapat dirasa sebagai ancaman kedudukan kewanitaan. Yang bisa mempengaruhi keseimbangan psikososial penderitanya," ajar Dr.Wahyadi Darmabrata, psikiater.
Lebih jauh disebutkan, keputihan yang cukup parah dapat menimbulkan berbagai reaksi dari penderita seperti reaksi emosional, reaksi seksual dan reaksi sosial. Reaksi emosional dapat berupa perasaan malu, sedih, takut, cemas, menarik diri dari pergaulan dan mengkhawatirkan sesuatu yang lebih parah.
Reaksi seksual bisa terjadi seperti kasus Nyonya Ida di atas. Yakni istri segan melakukan hubungan seksual dengan suami, karena takut mengotori suami atau suami menjadi jijik. Bila berakibat pada reaksi sosial, maka penderita akan membatasi kegiatan sosialnya. Khawatir bahwa kemampuannya dalam menjalankan kegiatan sosial berkurang. Akibatnya, ia tak giat lagi melakukan aktivitas yang biasanya merupakan kesenangan atau hobinya.
Mengapa keputihan?
Seluruh permukaan organ-organ seksual wanita mempunyai kemampuan untuk mengeluarkan cairan. Dalam keadaan normal, cairan ini berbentuk lendir jernih, tidak berwarna dan tidak berbau busuk. Cairan tersebut mempunyai banyak kegunaan, diantaranya yang terpenting yakni mencegah perlekatan pada rongga saluran vagina; mencegah infeksi seperti kekentalan, keasaman, kekebalan; mendukung proses pembuahan pada prows reproduksi manusia, dan mencegah perlukaan dan rasa nyeri pada waktu berhubungan.
Cairan yang dikeluarkan organ-organ kelamin tadi bisa menjadi keputihan oleh dua sebab. Oleh hal-hal yang alamiah (fisiologis) dan oleh penyakit (patologis). Adalah hal yang biasa apabila sesudah berhubungan, sebelum atau sesudah haid, timbul keputihan ringan. Keputihan semacam ini adalah alamiah, dan akan hilang dalam beberapa jam atau beberapa hari tanpa keluhan apa pun.
Berbagai penyakit menahun, kecapekan yang terus-menerus, dapat melemahkan tubuh dan menyebabkan keluarnya keputihan. Gadis-gadis dalam masa pertumbuhan, yang pembentukan hormonnya sedang disesuaikan dengan pertumbuhan tubuhnya, dapat pula mengalami keputihan. Penyebab lain, apabila terdapat kelainan pada alat-alat kandungan. Misalnya peradangan, kejangkitan tumor atau penyakit kanker. Juga pemakaian spiral dan alat KB lainnya dapat juga menimbulkan keluhan keputihan.
Keputihan patologis atau yang ditimbulkan oleh penyakit, bisa terjadi karena infeksi bakteri, jamur, parasit dan virus. Bakteri atau kuman gonokokkus, klamidia, mikoplasma dan gardenella, jamur kandida dan parasit trikomonas vagina, dikenal sebagai biang keladi penyebab keputihan.
Wanita hamil yang mengidap keputihan oleh jamur kandida, dapat menularkan sumber infeksi bagi bayinya pada waktu lahir. Pada saat bayi melalui saluran kelahiran (vagina), jamur kandida akan melumuri tubuh bayi. "Bahkan jamur itu bisa masuk ke dalam mulut bayi," jelas Dr.Pudji KS.
"Di dalam mulut bayi, jamur tadi dapat menyebabkan sariawan. Berupa bercak-bercak putih kekuningan, yang kadang-kadang disangka sebagai sisa susu yang tidak tertelan."
Menurut Dr.Pudji KS., jamur yang melengket di mulut bayi kemudian akan tertelan dan tinggal di dalam ususnya. Pada saatnya, jamur tersebut akan menjalar ke organ tubuh lainnya. Di antaranya ke alat kelamin dan menimbulkan keputihan, yang disebut kandidiasis vagina. Hal ini dapat terjadi sampai bayi berumur lanjut (dewasa).
Jamur kandida merupakan penyebab keputihan yang paling sering. Cairan yang keluar biasanya kental, berwarna putih susu dan disertai rasa gatal yang hebat pada vagina. Liang vagina menjadi merah dan membengkak. Kadang-kadang dapat terlihat adanya bercak-bercak putih yang melekat pada dinding vagina bagian dalam. Pada kasus yang tidak khas, cairannya encer seperti air dan liang vagina tampak putih mengkilat.
Beberapa keadaan yang dapat mendukung timbulnya keputihan oleh jamur adalah penyakit kencing manis, kehamilan, penggunaan obat-obatan termasuk pil KB. Bayi yang tertular jamur dari ibunya, dapat pula menularkannya kepada bayi-bayi lain yang bersama-sama dirawat di bangsal bayi. Bila dot yang dipakai bayi tidak dibersihkan dengan baik, maka jamur masih dapat melekat pada dot. Dan melalui dot yang berpindah-pindah mulut, jamur tadi pun berpindah kepada bayi lain. Juga tangan perawat dapat ketularan jamur, kemudian menularkannya pula pada bayi-bayi lain.
Penyebab keputihan lainnya adalah parasit yang disebut trichomonas vaginalis. Bentuknya oval dan mempunyai bulu-bulu getar untuk bergerak dengan cepat secara berputar-putar. Wujud dan gerak-geriknya hanya dapat dilihat di bawah mikroskop. Cara penularannya sebagian besar melalui hubungan seksual. Kemudian secara tidak langsung melalui alat-alat mandi, seperti handuk dan tempat duduk kloset. "Bila kurang yakin akan kebersihan kloset, sebaiknya tidak duduk langsung ketika buang hajat. Lebih baik jongkok saja" saran Dr.Pudji KS., untuk menghindari penularan tidak langsung.
Cairan keputihan yang disebabkan parasit ini biasanya banyak, berbuih seperti air sabun dan berbau busuk. Rasa gatal yang timbul memang tidak seberapa, namun liang kelamin akan tampak merah serta nyeri bila dipegang. Pada infeksi yang telah berlangsung lama, jumlah cairan akan semakin berkurang tetapi warnanya berubah menjadi abu-abu atau hijau muda sampai kuning.
Meskipun dibilas dengan air, cairan tersebut tetap akan keluar. Begitu pula liang kelamin tetap memerah dan terasa pedih pada waktu buang air kecil.
Kuman lainnya yang sering menjadi penyebab keputihan adalah gonokokkus dan klamidia. Pada umumnya, cairan keputihan yang keluar disebabkan kuman ini kental dan berwarna kuning. Getah kuning tersebut merupakan nanah yang terdiri atas sel-sel darah putih. Kuman gonokokkus dapat menyerang mata, persendian, saluran reproduksi dan sebagainya, sehingga bisa berakibat terjadinya kebutaan, gangguan pergerakan tubuh, bahkan kemandulan," jelas Dr.Suharno Josodiwondo, ahli mikrobiologi FKUI.
Selain itu, kuman ini juga dapat menyerang tenggorok bahkan masuk ke dalam peredaran darah dan menyebar kemudian menimbulkan kelainan-kelainan pada berbagai organ tubuh. Kuman ini hanya menular secara langsung. Yakni pada saat hubungan seksual, atau kontak langsung antara tangan yang tercemar dengan mata. Untungnya, kuman gonokokkus relatif mudah dimatikan. Misalnya cukup dengan sabun, deterjen, alkohol, sinar matahari. Satu jam dalam keadaan kering di luar tubuh, kuman tersebut akan mati dengan sendirinya.
ALAT VITAL
Manusia terdiri atas banyak organ dan setiap organ mempunyai fungsi masing-masing. Jantung, dianggap sebagai organ terpenting sehingga disebut sebagai organ vital.
Organ seksual, ditinjau dari segi hidup matinya seseorang, mungkin tidaklah primer sebagaimana fungsi jantung. Akan tetapi dari segi psikososial, organ ini merupakan alat yang paling istimewa. yakni untuk menjaga harga diri dari eksistensi sosial serta alat reproduksi untuk melanjutkan keturunan. Karena itu, organ seksual disebut sebagai alat vital.
Yang menarik perhatian, satu macam organ mempunyai makna yang berbeda-beda bagi setiap orang. "Misalnya jari telunjuk lebih berarti bagi seorang ahli bedah daripada seorang psikiater," kata Dr.Wahyadi Darmabrata. "Sebaliknya, bibir lebih berarti bagi psikiater daripada bagi ahli bedah. Tungkai bagi pemain sepakbola, lebih penting daripada bagi penulis novel".
Menurut Wahyadi Darmabrata, yang psikiater ini, demikian pula halnya rambut bagi wanita lebih berarti daripada bagi pria. Rupanya, bagi manusia ada semacam hierarki makna pada tiap-tiap organ. Bergantung penting tidaknya organ tersebut bagi eksistensi psikososial individu bersangkutan.
Akibat sampingan selanjutnya, adalah bahwa kemudian organ tersebut menjadi sumber kecemasan bagi yang bersangkutan. Gambaran demikian, terjadi pada organ seksual bagi wanita.
Seorang wanita berkembang mulai dari bayi perempuan, gadis remaja putri, wanita muda sampai pada ibu kemudian nenek. Dalam setiap kehidupan dan dalam setiap tahap perkembangan, "kewanitaan" sebagai suatu identitas, akan selalu terlihat dan diperlihatkan oleh wanita. Dan akan selalu diperhatikan baik cleh lawan jenisnya (pria) maupun oleh wanita sendiri. Dengan kata lain, betapa tampak perhatian orang terhadap keadaan fisik, perilaku maupun kedudukan sosial seorang wanita.
Istilah perempuan berasal dari kata empu, yang berarti terhormat dan berposisi tinggi. Sebagai imbangan, kedudukan terhormat dan tinggi ini dibayar dengan kewajiban perempuan (wanita) yang multifaset. Yakni sebagai pengasuh, pelindung, partner seksual, dan berbagai peran penting lainnya. Dengan demikian kewanitaan meliputi aspek sosial, psikologis dan seksual (fisik). Artinya, organ seksual wanita tidak dapat dipandang sebagai sekedar alat kelamin dan alat reproduksi. Tetapi memiliki peranan yang sangat besar yang memiliki makna psikososial.
Untuk itulah betapa pentingnya bagi seorang wanita menjaga kehormatan dan kesehatan organ seksualnya. Karena sekali lagi, keputihan, salah satu jenis penyakit yang suka mengotori organ kelamin wanita, tidaklah "sekedar penyakit pada organ seksual", tetapi lebih dari pada itu adalah sebagai ancaman kedudukan kewanitaannya. Yaug bisa mempengaruhi keseimbangan psikososial si penderita.
CELANA DALAM KETAT DAN JAMU
Keputihan memang bukan penyakit kelamin kelas berat dan mematikan, namun cukup mengganggu dan meresahkan Anda yang mengidapnya. Bayangkan apabila Anda tak mampu menjalankan kewajiban sebagai seorang istri, karena takut suami menjadi jijik atau Anda sendiri merasa kesakitan. Betapa repotnya Anda apabila harus menukar celana dalam berkali-kali karena basah oleh keputihan.
Untuk mencegah keputihan, dokter menganjurkan agar wanita senantiasa membersihkan tubuh dengan baik. Pada waktu mandi, sehabis buang air kecil atau buang air besar, vagina harus dibersihkan benar-benar. Yakni dengan memakai sabun dan membilasnya berulang-ulang, kemudian melapnva sampai kering dengan handuk.
Selain itu, hendaknya jangan membiasakan diri memakai celana dalam yang terlalu ketat atau celana dalam yang terbuat dari bahan yang tidak menverap keringat, seperti nilon. Celana dalam seperti ini dapat menyebabkan keadaan yang selalu lembab di daerah vagina dan menyuburkan pertumbuhan jamur. Cara membersihkan vagina sebaiknya dibiasakan ke arah depan, sehingga vagina tidak terkena kuman yang terdapat dalam tinja.
Apabila Anda keputihan, sebaiknya kebiasaan makan makanan manis dikurangi. Makanan manis akan menyebabkan jumlah gula yang berlebihan di dalam usus, dan menjadi tempat yang subur bagi berkembangnya jamur yang kemudian dapat menginfeksi liang vagina.
Cara yang terbaik bila Anda keputihan, adalah konsultasi kepada dokter. Harus pula memakan obat sesuai dengan petunjuk dokter. Kesalahan yang sering terjadi adalah penghentian obat setelah keluhan utama teratasi. Hal ini salah, karena obat yang telah dimakan belum tentu mematikan seluruh kuman yang ada.
Banyak jenis obat yang dapat Anda peroleh setelah konsultasi dokter. Antara lain obat-obat antiseptik, antijamur, anti trikomoniasis, antibakteri dan lain sebagainya. Selain obat-obatan modern, dikenal pula obat-obatan tradisional berupa jamu yang dinyatakan sangat bermanfaat untuk mengobati keputihan. Ada beberapa nama jamu yang dapat digunakan, jamu keputihan, jamu peputih, jamu pektai, delima putih dan lain-lainnya.***
AKHIR-akhir ini Nyonya Ida sering resah, sedih, cemas dan merasa malu. Akibatnya, nyonya muda beranak dua ini cenderung menarik diri dari pergaulan. Padahal selama ini Nyonya Ida begitu lincah dan ceria. Bukan itu saja perubahan yang terjadi pada wanita berusia 26 tahun ini. Belakangan ini ia segan melakukan hubungan intim dengan suaminya. Dan Agus, sang suami, merasa heran dengan penolakan istrinya karena Nyonya Ida sendiri tak jelas memberi alasan penolakannya.
Apa sebetulnya yang terjadi pada Nyonya Ida? Ia terserang penyakit keputihan, yang dalam istilah kedokteran disebut leukore atau fluor albus. Istilah keputihan ini digunakan apabila ada gejala keluarnya cairan dari saluran kelamin wanita yang berlangsung lama dan berulang-clang. Warna dan sifat cairan tersebut dapat bermacam-macam. Dapat jernih tanpa warna, encer atau kental, berwarna kehijauan atau kekuningan, berbuih atau bergumpalan kecil, tidak berbau sampai berbau menusuk. Keluarnya bisa sedikit bisa pula sangat banyak.
Keputihan atau juga disebut pektai, dapat menimbulkan rasa gatal di daerah vagina, lipat paha dan menyebabkan rasa pedih pada waktu kencing bahkan rasa sakit pada waktu berhubungan. Inilah yang menyebabkan mengapa Nyonya Ida sering menolak suaminya. Ia juga terpaksa menarik diri dari pergaulan, karena malu setiap saat harus menggaruk-garuk di bagian pangkal pahanya.
"Belum lagi kalau cairan keputihan itu banyak. Bila ini terjadi, maka wanita penderita harus ganti celana dalam berulang kali. Atau bahkan harus memakai pembalut karena terasa sangat basah," kata Dr. Pudji K.Syarifuddin dari Bagian Parasitologi FKUI. Menurutnva, keadaan basah ini menyebabkan kulit mudah lecet sehingga terasa pedih bila terkena air. Apalagi bila terkena air kencing sendiri. Bau yang ditimbulkannya, juga merupakan salah satu keluhan penting yang dapat menghantui seorang wanita.
Gatal yang muncul bisa sewaktu-waktu saja, misalnya hanya pada malam hari. Tetapi dapat pula timbul terus-menerus, membuat penderita tidak bisa tenang berbuat apa pun. Lebih jauh, gejala-gejala ini dapat menyebabkan tekanan jiwa, menimbulkan rasa malu, rendah diri dan selalu resah. "Leukore bagi seorang wanita, tidak sekadar penyakit pada organ seksual, tetapi dapat dirasa sebagai ancaman kedudukan kewanitaan. Yang bisa mempengaruhi keseimbangan psikososial penderitanya," ajar Dr.Wahyadi Darmabrata, psikiater.
Lebih jauh disebutkan, keputihan yang cukup parah dapat menimbulkan berbagai reaksi dari penderita seperti reaksi emosional, reaksi seksual dan reaksi sosial. Reaksi emosional dapat berupa perasaan malu, sedih, takut, cemas, menarik diri dari pergaulan dan mengkhawatirkan sesuatu yang lebih parah.
Reaksi seksual bisa terjadi seperti kasus Nyonya Ida di atas. Yakni istri segan melakukan hubungan seksual dengan suami, karena takut mengotori suami atau suami menjadi jijik. Bila berakibat pada reaksi sosial, maka penderita akan membatasi kegiatan sosialnya. Khawatir bahwa kemampuannya dalam menjalankan kegiatan sosial berkurang. Akibatnya, ia tak giat lagi melakukan aktivitas yang biasanya merupakan kesenangan atau hobinya.
Mengapa keputihan?
Seluruh permukaan organ-organ seksual wanita mempunyai kemampuan untuk mengeluarkan cairan. Dalam keadaan normal, cairan ini berbentuk lendir jernih, tidak berwarna dan tidak berbau busuk. Cairan tersebut mempunyai banyak kegunaan, diantaranya yang terpenting yakni mencegah perlekatan pada rongga saluran vagina; mencegah infeksi seperti kekentalan, keasaman, kekebalan; mendukung proses pembuahan pada prows reproduksi manusia, dan mencegah perlukaan dan rasa nyeri pada waktu berhubungan.
Cairan yang dikeluarkan organ-organ kelamin tadi bisa menjadi keputihan oleh dua sebab. Oleh hal-hal yang alamiah (fisiologis) dan oleh penyakit (patologis). Adalah hal yang biasa apabila sesudah berhubungan, sebelum atau sesudah haid, timbul keputihan ringan. Keputihan semacam ini adalah alamiah, dan akan hilang dalam beberapa jam atau beberapa hari tanpa keluhan apa pun.
Berbagai penyakit menahun, kecapekan yang terus-menerus, dapat melemahkan tubuh dan menyebabkan keluarnya keputihan. Gadis-gadis dalam masa pertumbuhan, yang pembentukan hormonnya sedang disesuaikan dengan pertumbuhan tubuhnya, dapat pula mengalami keputihan. Penyebab lain, apabila terdapat kelainan pada alat-alat kandungan. Misalnya peradangan, kejangkitan tumor atau penyakit kanker. Juga pemakaian spiral dan alat KB lainnya dapat juga menimbulkan keluhan keputihan.
Keputihan patologis atau yang ditimbulkan oleh penyakit, bisa terjadi karena infeksi bakteri, jamur, parasit dan virus. Bakteri atau kuman gonokokkus, klamidia, mikoplasma dan gardenella, jamur kandida dan parasit trikomonas vagina, dikenal sebagai biang keladi penyebab keputihan.
Wanita hamil yang mengidap keputihan oleh jamur kandida, dapat menularkan sumber infeksi bagi bayinya pada waktu lahir. Pada saat bayi melalui saluran kelahiran (vagina), jamur kandida akan melumuri tubuh bayi. "Bahkan jamur itu bisa masuk ke dalam mulut bayi," jelas Dr.Pudji KS.
"Di dalam mulut bayi, jamur tadi dapat menyebabkan sariawan. Berupa bercak-bercak putih kekuningan, yang kadang-kadang disangka sebagai sisa susu yang tidak tertelan."
Menurut Dr.Pudji KS., jamur yang melengket di mulut bayi kemudian akan tertelan dan tinggal di dalam ususnya. Pada saatnya, jamur tersebut akan menjalar ke organ tubuh lainnya. Di antaranya ke alat kelamin dan menimbulkan keputihan, yang disebut kandidiasis vagina. Hal ini dapat terjadi sampai bayi berumur lanjut (dewasa).
Jamur kandida merupakan penyebab keputihan yang paling sering. Cairan yang keluar biasanya kental, berwarna putih susu dan disertai rasa gatal yang hebat pada vagina. Liang vagina menjadi merah dan membengkak. Kadang-kadang dapat terlihat adanya bercak-bercak putih yang melekat pada dinding vagina bagian dalam. Pada kasus yang tidak khas, cairannya encer seperti air dan liang vagina tampak putih mengkilat.
Beberapa keadaan yang dapat mendukung timbulnya keputihan oleh jamur adalah penyakit kencing manis, kehamilan, penggunaan obat-obatan termasuk pil KB. Bayi yang tertular jamur dari ibunya, dapat pula menularkannya kepada bayi-bayi lain yang bersama-sama dirawat di bangsal bayi. Bila dot yang dipakai bayi tidak dibersihkan dengan baik, maka jamur masih dapat melekat pada dot. Dan melalui dot yang berpindah-pindah mulut, jamur tadi pun berpindah kepada bayi lain. Juga tangan perawat dapat ketularan jamur, kemudian menularkannya pula pada bayi-bayi lain.
Penyebab keputihan lainnya adalah parasit yang disebut trichomonas vaginalis. Bentuknya oval dan mempunyai bulu-bulu getar untuk bergerak dengan cepat secara berputar-putar. Wujud dan gerak-geriknya hanya dapat dilihat di bawah mikroskop. Cara penularannya sebagian besar melalui hubungan seksual. Kemudian secara tidak langsung melalui alat-alat mandi, seperti handuk dan tempat duduk kloset. "Bila kurang yakin akan kebersihan kloset, sebaiknya tidak duduk langsung ketika buang hajat. Lebih baik jongkok saja" saran Dr.Pudji KS., untuk menghindari penularan tidak langsung.
Cairan keputihan yang disebabkan parasit ini biasanya banyak, berbuih seperti air sabun dan berbau busuk. Rasa gatal yang timbul memang tidak seberapa, namun liang kelamin akan tampak merah serta nyeri bila dipegang. Pada infeksi yang telah berlangsung lama, jumlah cairan akan semakin berkurang tetapi warnanya berubah menjadi abu-abu atau hijau muda sampai kuning.
Meskipun dibilas dengan air, cairan tersebut tetap akan keluar. Begitu pula liang kelamin tetap memerah dan terasa pedih pada waktu buang air kecil.
Kuman lainnya yang sering menjadi penyebab keputihan adalah gonokokkus dan klamidia. Pada umumnya, cairan keputihan yang keluar disebabkan kuman ini kental dan berwarna kuning. Getah kuning tersebut merupakan nanah yang terdiri atas sel-sel darah putih. Kuman gonokokkus dapat menyerang mata, persendian, saluran reproduksi dan sebagainya, sehingga bisa berakibat terjadinya kebutaan, gangguan pergerakan tubuh, bahkan kemandulan," jelas Dr.Suharno Josodiwondo, ahli mikrobiologi FKUI.
Selain itu, kuman ini juga dapat menyerang tenggorok bahkan masuk ke dalam peredaran darah dan menyebar kemudian menimbulkan kelainan-kelainan pada berbagai organ tubuh. Kuman ini hanya menular secara langsung. Yakni pada saat hubungan seksual, atau kontak langsung antara tangan yang tercemar dengan mata. Untungnya, kuman gonokokkus relatif mudah dimatikan. Misalnya cukup dengan sabun, deterjen, alkohol, sinar matahari. Satu jam dalam keadaan kering di luar tubuh, kuman tersebut akan mati dengan sendirinya.
ALAT VITAL
Manusia terdiri atas banyak organ dan setiap organ mempunyai fungsi masing-masing. Jantung, dianggap sebagai organ terpenting sehingga disebut sebagai organ vital.
Organ seksual, ditinjau dari segi hidup matinya seseorang, mungkin tidaklah primer sebagaimana fungsi jantung. Akan tetapi dari segi psikososial, organ ini merupakan alat yang paling istimewa. yakni untuk menjaga harga diri dari eksistensi sosial serta alat reproduksi untuk melanjutkan keturunan. Karena itu, organ seksual disebut sebagai alat vital.
Yang menarik perhatian, satu macam organ mempunyai makna yang berbeda-beda bagi setiap orang. "Misalnya jari telunjuk lebih berarti bagi seorang ahli bedah daripada seorang psikiater," kata Dr.Wahyadi Darmabrata. "Sebaliknya, bibir lebih berarti bagi psikiater daripada bagi ahli bedah. Tungkai bagi pemain sepakbola, lebih penting daripada bagi penulis novel".
Menurut Wahyadi Darmabrata, yang psikiater ini, demikian pula halnya rambut bagi wanita lebih berarti daripada bagi pria. Rupanya, bagi manusia ada semacam hierarki makna pada tiap-tiap organ. Bergantung penting tidaknya organ tersebut bagi eksistensi psikososial individu bersangkutan.
Akibat sampingan selanjutnya, adalah bahwa kemudian organ tersebut menjadi sumber kecemasan bagi yang bersangkutan. Gambaran demikian, terjadi pada organ seksual bagi wanita.
Seorang wanita berkembang mulai dari bayi perempuan, gadis remaja putri, wanita muda sampai pada ibu kemudian nenek. Dalam setiap kehidupan dan dalam setiap tahap perkembangan, "kewanitaan" sebagai suatu identitas, akan selalu terlihat dan diperlihatkan oleh wanita. Dan akan selalu diperhatikan baik cleh lawan jenisnya (pria) maupun oleh wanita sendiri. Dengan kata lain, betapa tampak perhatian orang terhadap keadaan fisik, perilaku maupun kedudukan sosial seorang wanita.
Istilah perempuan berasal dari kata empu, yang berarti terhormat dan berposisi tinggi. Sebagai imbangan, kedudukan terhormat dan tinggi ini dibayar dengan kewajiban perempuan (wanita) yang multifaset. Yakni sebagai pengasuh, pelindung, partner seksual, dan berbagai peran penting lainnya. Dengan demikian kewanitaan meliputi aspek sosial, psikologis dan seksual (fisik). Artinya, organ seksual wanita tidak dapat dipandang sebagai sekedar alat kelamin dan alat reproduksi. Tetapi memiliki peranan yang sangat besar yang memiliki makna psikososial.
Untuk itulah betapa pentingnya bagi seorang wanita menjaga kehormatan dan kesehatan organ seksualnya. Karena sekali lagi, keputihan, salah satu jenis penyakit yang suka mengotori organ kelamin wanita, tidaklah "sekedar penyakit pada organ seksual", tetapi lebih dari pada itu adalah sebagai ancaman kedudukan kewanitaannya. Yaug bisa mempengaruhi keseimbangan psikososial si penderita.
CELANA DALAM KETAT DAN JAMU
Keputihan memang bukan penyakit kelamin kelas berat dan mematikan, namun cukup mengganggu dan meresahkan Anda yang mengidapnya. Bayangkan apabila Anda tak mampu menjalankan kewajiban sebagai seorang istri, karena takut suami menjadi jijik atau Anda sendiri merasa kesakitan. Betapa repotnya Anda apabila harus menukar celana dalam berkali-kali karena basah oleh keputihan.
Untuk mencegah keputihan, dokter menganjurkan agar wanita senantiasa membersihkan tubuh dengan baik. Pada waktu mandi, sehabis buang air kecil atau buang air besar, vagina harus dibersihkan benar-benar. Yakni dengan memakai sabun dan membilasnya berulang-ulang, kemudian melapnva sampai kering dengan handuk.
Selain itu, hendaknya jangan membiasakan diri memakai celana dalam yang terlalu ketat atau celana dalam yang terbuat dari bahan yang tidak menverap keringat, seperti nilon. Celana dalam seperti ini dapat menyebabkan keadaan yang selalu lembab di daerah vagina dan menyuburkan pertumbuhan jamur. Cara membersihkan vagina sebaiknya dibiasakan ke arah depan, sehingga vagina tidak terkena kuman yang terdapat dalam tinja.
Apabila Anda keputihan, sebaiknya kebiasaan makan makanan manis dikurangi. Makanan manis akan menyebabkan jumlah gula yang berlebihan di dalam usus, dan menjadi tempat yang subur bagi berkembangnya jamur yang kemudian dapat menginfeksi liang vagina.
Cara yang terbaik bila Anda keputihan, adalah konsultasi kepada dokter. Harus pula memakan obat sesuai dengan petunjuk dokter. Kesalahan yang sering terjadi adalah penghentian obat setelah keluhan utama teratasi. Hal ini salah, karena obat yang telah dimakan belum tentu mematikan seluruh kuman yang ada.
Banyak jenis obat yang dapat Anda peroleh setelah konsultasi dokter. Antara lain obat-obat antiseptik, antijamur, anti trikomoniasis, antibakteri dan lain sebagainya. Selain obat-obatan modern, dikenal pula obat-obatan tradisional berupa jamu yang dinyatakan sangat bermanfaat untuk mengobati keputihan. Ada beberapa nama jamu yang dapat digunakan, jamu keputihan, jamu peputih, jamu pektai, delima putih dan lain-lainnya.***
Kencing Manis Datang Tanpa Diduga
Oleh: dr. Basir Alhamdani
Harian Suara Karya, 30 Nopember 1989
Banyak penderita yang datang ke Praktek dokter, secara tidak sengaja mengidap penyakit kencing manis. Sebagai contoh seorang yang mengeluh berat badannya menurun secara drastis, walaupun makan cukup banyak. Ada lagi seorang mengeluh gatal - gatal di kulit tanpa ada kelainan di kulit. Ada pula yang mengeluh tenaga kejantanannya menurun. Disamping ada juga yang mengeluh sering kali kencing disamping adanya rasa haus yang terus menerus. Kencing manis suatu penyakit yang kadangkala tidak disadari oleh penderitanya. Keluhan yang menyolok tidak tampak tetapi penyakit ini tanpa adanya suatu pengontrolan yang sebaik-baiknya dapat menimbulkan akibat serius bagi tubuh, karena menimbulkan komplikasi pada organ-organ yang lain di tubuh.
Sekali seseorang dinyatakan menderita kencing manis, berarti orang tersebut selama hidupnya tetap menderita kencing manis. Tidak ada istilah penyakit kencing manis sembuh, yang ada penderita terkontrol sehingga dalam pemeriksaan darah kadar gulanya normal dan pemeriksaan air seni tidak dijumpai adanya gula. Penderita kencing manis yang terkontrol:
1. Dapat juga diit/pengaturan makan saja tanpa obat-obatan
2. Dengan obat-obatan disertai diit yang baik.
Ada suatu motto bagi penderita, kencing manis "lebih baik lupa obat tetapi jangan lupa pengaturan makanan". Seorang penderita kencing manis, harus dapat menahan nafsu makannya. Harus benar dapat mengendalikan nafsu makannya, harus ingat akibat-akibat yang mungkin terjadi dari kecerobohannya.
Di dalam praktek seringkali dijumpai seorang mengemukakan, tempo hari saya pernah menderita kencing manis tetapi sekarang sudah sembuh. Benarkah orang tersebut sembuh dari kencing manisnya? Pernyataan sembuh dari penyakitnya, berdasarkan setelah pengobatan yang sebenarnya hanya terkontrol saja. Apabila orang tersebut makannya tidak terkendali lagi, pasti penyakitnya akan kambuh lagi. Walaupun penyakitnya kambuh seringkali penderitanya tidak menyadari. Timbulnya komplikasi secara perlahan-lahan sehingga tidak terdapat suatu keluhan. Apa sebenarnya penyakit kencing manis itu?
Penyakit kencing manis terjadi akibat gangguan metabolisme karbohidrat, protein dan lemak, yang disebabkan oleh kurang efektifnya insulin dan berlanjut dengan degenerasi vasculer dalam tubuh. Insulin adalah suatu hormon yang dihasilkan oleh kelenjar ludah perut atau disebut juga Pancreas. Pancreas suatu alat pencernaan yang besar yang terletak di belakang perut dan melintang pada bagian belakang. Insulin dihasilkan oleh sel beta pancreas yang mempunyai efek terhadap metabolisme karbohidrat. Insulin ini mengatur kadar gula di dalam darah, yang pada umumnya kadar tetap dan bervariasi sedikit. Akibat terganggunya produksi insulin akan menimbulkan gangguan metabolisme, efek terjadi secara perlahan-lahan pada pembuluh darah kecil-kecil disebut Microangiopathy. Akibat gangguan pada pembuluh darah ini menimbulkan gangguan pada:
- Alat-alat ginjal menimbulkan suatu penyakit disebut Nephro Sclerose diabetie nephropathy.
- Pada jantung - pembuluh darah yang memberi makan otot jantung dapat menyempit akan menimbulkan angina pectoris dan keadaan berat menimbulkan Infarct Myocard. Jangan terkejut kalau ada, penderita kencing manis mati mendadak.
- Mata, karena penyempitan pembuluh darah Retina mudah pecah disebut Retinopathia diabetics, disamping timbul cataract lebih awal.
- Gangguan-gangguan organ lain di tubuh dapat timbul karena adanya penyempitan pembuluh darah.
Gejala-gejala
Harus diingat bahwa gejala kencing manis tidak akan segera timbul. Banyak penderita kencing manis tidak sadar di dalam tubuhnya mengidap penyakit ini. Gejala yang perlu dicurigai antara lain:
- Penurunan berat badan secara cepat, kemungkinan disebabkan kencing manis, proses keganasan, dapat pula kelebihan hormon gondok yang disebut Hyperthyroid.
- Keluhan pokok, sering kali kencing, merasa haus dan cepat lapar, sehingga banyak minum dan banyak makan.
- Keluhan akibat komplikasi yang mungkin timbul diantaranya adalah, rasanya gatal di kulit, impotensi pada pria, nafsu besar tenaga kurang.
- Sering kali semutan di ujung-ujung tangan dan kaki (penyebab lain ada).
- Sering kali kembung, buang air besar tidak teratur, gangguan kencing. Hal ini disebabkan gangguan otot kandung kemih.
- Mata kabur.
- Luka tidak sembuh - sembuh.
- Darah tinggi.
- Keputihan, gangguan menstruasi.
- Riwayat persalinan kurang baik.
Gejala komplikasi ini tidak monopoli penyakit kencing manis, tetapi apabila dijumpai gejala tersebut seorang dokter pasti berpikir ke arah kencing manis, disamping kemungkinan lainnya. Sehingga untuk membuktikan diperlukan pemeriksaan lainnya secara lengkap.
Pengobatan Kencing Manis
Penderita kencing manis menyadari bahwa:
- Sekali dinyatakan kencing manis berarti seumur hidup menderita kencing manis.
- Istilah sembuh sebenarnya tidak ada, yang ada ialah terkontrol dikarenakan diit / pengaturan makanan yang baik secara terus menerus.
- Diit adalah paling utama bagi penderita kencing manis. Pemakaian obat kencing manis, harus disertai pengontrolan yang rutin.
- Segala yang terasa manis harus dihindari dan mintalah nasehat dokter anda untuk diitnya.
- Lebih baik lupa obat tetapi jangan sampai lupa diit.
Kadangkala penderita kencing manis, tanpa obat dapat diatasi cukup dengan diit saja. Pemakaian obat kencing manis, bervariasi ada yang cukup 1/2 tablet sehari dengan diit tertentu, ada yang pagi satu, sore 1/2 dan seterusnya. Pemakaian obat-obat ini apabila ingin efektif dilakukan pengetesan gula urine sendiri setiap hari, sampai dicapai kesimpulan penggunaan obatnya. Sebagai contoh bangun tidur di test, dua jam setelah makan di test, kemudian malam hari di test lagi. Dengan cara demikian dapat mengatur pemakaian obat dengan diit makanan tertentu. Sebaliknya pemeriksaan yang hanya dilakukan di Laboratorium klinik pada saat-saat tertentu, kurang efektif apabila tidak dibantu pemeriksaan sendiri.
Sekali lagi penulis tekankan, selain pemeriksaan di Laboratorium, harus disertai pemeriksaan sendiri di rumah, lakukanlah pencatatan-pencatatan. Sehingga penderita kencing manis dapat memperkirakan diit yang tepat bagi dirinya.
Harian Suara Karya, 30 Nopember 1989
Banyak penderita yang datang ke Praktek dokter, secara tidak sengaja mengidap penyakit kencing manis. Sebagai contoh seorang yang mengeluh berat badannya menurun secara drastis, walaupun makan cukup banyak. Ada lagi seorang mengeluh gatal - gatal di kulit tanpa ada kelainan di kulit. Ada pula yang mengeluh tenaga kejantanannya menurun. Disamping ada juga yang mengeluh sering kali kencing disamping adanya rasa haus yang terus menerus. Kencing manis suatu penyakit yang kadangkala tidak disadari oleh penderitanya. Keluhan yang menyolok tidak tampak tetapi penyakit ini tanpa adanya suatu pengontrolan yang sebaik-baiknya dapat menimbulkan akibat serius bagi tubuh, karena menimbulkan komplikasi pada organ-organ yang lain di tubuh.
Sekali seseorang dinyatakan menderita kencing manis, berarti orang tersebut selama hidupnya tetap menderita kencing manis. Tidak ada istilah penyakit kencing manis sembuh, yang ada penderita terkontrol sehingga dalam pemeriksaan darah kadar gulanya normal dan pemeriksaan air seni tidak dijumpai adanya gula. Penderita kencing manis yang terkontrol:
1. Dapat juga diit/pengaturan makan saja tanpa obat-obatan
2. Dengan obat-obatan disertai diit yang baik.
Ada suatu motto bagi penderita, kencing manis "lebih baik lupa obat tetapi jangan lupa pengaturan makanan". Seorang penderita kencing manis, harus dapat menahan nafsu makannya. Harus benar dapat mengendalikan nafsu makannya, harus ingat akibat-akibat yang mungkin terjadi dari kecerobohannya.
Di dalam praktek seringkali dijumpai seorang mengemukakan, tempo hari saya pernah menderita kencing manis tetapi sekarang sudah sembuh. Benarkah orang tersebut sembuh dari kencing manisnya? Pernyataan sembuh dari penyakitnya, berdasarkan setelah pengobatan yang sebenarnya hanya terkontrol saja. Apabila orang tersebut makannya tidak terkendali lagi, pasti penyakitnya akan kambuh lagi. Walaupun penyakitnya kambuh seringkali penderitanya tidak menyadari. Timbulnya komplikasi secara perlahan-lahan sehingga tidak terdapat suatu keluhan. Apa sebenarnya penyakit kencing manis itu?
Penyakit kencing manis terjadi akibat gangguan metabolisme karbohidrat, protein dan lemak, yang disebabkan oleh kurang efektifnya insulin dan berlanjut dengan degenerasi vasculer dalam tubuh. Insulin adalah suatu hormon yang dihasilkan oleh kelenjar ludah perut atau disebut juga Pancreas. Pancreas suatu alat pencernaan yang besar yang terletak di belakang perut dan melintang pada bagian belakang. Insulin dihasilkan oleh sel beta pancreas yang mempunyai efek terhadap metabolisme karbohidrat. Insulin ini mengatur kadar gula di dalam darah, yang pada umumnya kadar tetap dan bervariasi sedikit. Akibat terganggunya produksi insulin akan menimbulkan gangguan metabolisme, efek terjadi secara perlahan-lahan pada pembuluh darah kecil-kecil disebut Microangiopathy. Akibat gangguan pada pembuluh darah ini menimbulkan gangguan pada:
- Alat-alat ginjal menimbulkan suatu penyakit disebut Nephro Sclerose diabetie nephropathy.
- Pada jantung - pembuluh darah yang memberi makan otot jantung dapat menyempit akan menimbulkan angina pectoris dan keadaan berat menimbulkan Infarct Myocard. Jangan terkejut kalau ada, penderita kencing manis mati mendadak.
- Mata, karena penyempitan pembuluh darah Retina mudah pecah disebut Retinopathia diabetics, disamping timbul cataract lebih awal.
- Gangguan-gangguan organ lain di tubuh dapat timbul karena adanya penyempitan pembuluh darah.
Gejala-gejala
Harus diingat bahwa gejala kencing manis tidak akan segera timbul. Banyak penderita kencing manis tidak sadar di dalam tubuhnya mengidap penyakit ini. Gejala yang perlu dicurigai antara lain:
- Penurunan berat badan secara cepat, kemungkinan disebabkan kencing manis, proses keganasan, dapat pula kelebihan hormon gondok yang disebut Hyperthyroid.
- Keluhan pokok, sering kali kencing, merasa haus dan cepat lapar, sehingga banyak minum dan banyak makan.
- Keluhan akibat komplikasi yang mungkin timbul diantaranya adalah, rasanya gatal di kulit, impotensi pada pria, nafsu besar tenaga kurang.
- Sering kali semutan di ujung-ujung tangan dan kaki (penyebab lain ada).
- Sering kali kembung, buang air besar tidak teratur, gangguan kencing. Hal ini disebabkan gangguan otot kandung kemih.
- Mata kabur.
- Luka tidak sembuh - sembuh.
- Darah tinggi.
- Keputihan, gangguan menstruasi.
- Riwayat persalinan kurang baik.
Gejala komplikasi ini tidak monopoli penyakit kencing manis, tetapi apabila dijumpai gejala tersebut seorang dokter pasti berpikir ke arah kencing manis, disamping kemungkinan lainnya. Sehingga untuk membuktikan diperlukan pemeriksaan lainnya secara lengkap.
Pengobatan Kencing Manis
Penderita kencing manis menyadari bahwa:
- Sekali dinyatakan kencing manis berarti seumur hidup menderita kencing manis.
- Istilah sembuh sebenarnya tidak ada, yang ada ialah terkontrol dikarenakan diit / pengaturan makanan yang baik secara terus menerus.
- Diit adalah paling utama bagi penderita kencing manis. Pemakaian obat kencing manis, harus disertai pengontrolan yang rutin.
- Segala yang terasa manis harus dihindari dan mintalah nasehat dokter anda untuk diitnya.
- Lebih baik lupa obat tetapi jangan sampai lupa diit.
Kadangkala penderita kencing manis, tanpa obat dapat diatasi cukup dengan diit saja. Pemakaian obat kencing manis, bervariasi ada yang cukup 1/2 tablet sehari dengan diit tertentu, ada yang pagi satu, sore 1/2 dan seterusnya. Pemakaian obat-obat ini apabila ingin efektif dilakukan pengetesan gula urine sendiri setiap hari, sampai dicapai kesimpulan penggunaan obatnya. Sebagai contoh bangun tidur di test, dua jam setelah makan di test, kemudian malam hari di test lagi. Dengan cara demikian dapat mengatur pemakaian obat dengan diit makanan tertentu. Sebaliknya pemeriksaan yang hanya dilakukan di Laboratorium klinik pada saat-saat tertentu, kurang efektif apabila tidak dibantu pemeriksaan sendiri.
Sekali lagi penulis tekankan, selain pemeriksaan di Laboratorium, harus disertai pemeriksaan sendiri di rumah, lakukanlah pencatatan-pencatatan. Sehingga penderita kencing manis dapat memperkirakan diit yang tepat bagi dirinya.
KEJANG PADA ANAK
Mingguan MIMBAR KARYA, Minggu I Desember 1991
Kalau anak Anda mengalami kejang-kejang (stuip) segeralah membuka semua pakaiannya agar ia dapat bernafas dengan leluasa. Masukkan gagang sendok yang telah dibalut sapu tangan bersih ke dalam mulut agar jalan nafasnya terbuka dan lidah tidak tergigit sewaktu kejang. Untuk menurunkan suhu badan, si anak "dimandikan" atau diseka dengan alkohol berkadar 70%. Kalau tidak ada alkohol, bisa juga kepala anak dikompres dengan air dingin atau es, atau segera diberi obat penurun panas.
Apabila anak menderita kejang pertama kali, biasanya orang tua cemas sekali. Memang ada alasannya dan seyogyanya anak segera dibawa ke dokter, lebih-lebih kalau anak berumur kurang dari 6 bulan atau di atas 4 tahun.
Kejang merupakan gejala yang dapat disebabkan oleh berbagai penyakit dari yang bersifat ringan seperti radang tenggorokan sampai yang berat seperti radang otak, tumor otak dan sebagainya. Namun yang paling sering dijumpai pada anak-anak adalah kejang demam sederhana. Limapuluh persen anak yang mengalami serangan kejang pertama pada umur di bawah lima tahun menderita kejang demam sederhana. Demikian menurut dr.Tatang Kustiman dari RS Sumber Waras.
Dua macam kejang
Ada dua golongan kejang demam, yaitu kejang demam sederhana dan kejang yang timbul pada anak yang memang memiliki penyakit epilepsi (ayan). Kejang pada penderita epilepsi ini bisa muncul antara lain karena adanya serangan demam. Epilepsi ini terjadi lebih banyak karena faktor keturunan, meski sampai saat ini belum diketahui bagaimana cara penurunannya.
Kadang-kadang sulit dibedakan apakah anak mengalami kejang karena demam ataukah epilepsi. Untuk mengetahuinya memerlukan pemeriksaan dokter lebih lanjut.
Pada umumnya kejang demam (sederhana) sering timbul pada anak berusia 6 bulan - 4 tahun. Kejang yang dialami oleh anak di bawah 6 bulan, sering disebabkan oleh trauma kelahiran, termasuk karena kekurangan oksigen pada bayi baru lahir, perdarahan otak atau kelainan otak bawaan.
Kejang pada anak di atas usia empat tahun lebih sering disebabkan oleh epilepsi, kerusakan otak, infeksi otak, sementara infeksi akut di luar otak kian jarang menjadi penyebabnya.
Timbulnya serangan kejang demam adalah akibat terjadinya kenaikan suhu tubuh yang tinggi dan cepat. Kenaikan suhu tubuh yang menyebabkan kejang ini bisa tinggi atau hanya 38oC saja. Naiknya suhu tubuh biasanya disebabkan karena infeksi di luar susunan syaraf pusat (otak) seperti radang tonsil (amandel), radang telinga bagian tengah, bronkitis, bisul dan kadang-kadang karena mencret akibat virus.
Mengapa seorang anak mengalami kejang bila demam menyerang, sedangkan anak lain tidak, hingga kini belum dapat diterangkan dengan jelas. Banyak teori diajukan, di antaranya menyatakan bahwa ambang rangsang kejang secara individu berbeda, pada tiap anak, dan ambang rangsang ini menurun bila suhu tubuh meninggi. Jadi seorang anak akan mengalami kejang atau tidak tergantung pada tinggi rendahnya ambang rangsang kejang ini.
Akibat "korsluiting"
Untuk mempertahankan fungsi dan kelangsungan hidupnya, sel otak memerlukan energi, terutama berasal dari hasil pembakaran glukosa oleh oksigen yang berasal dari paru-paru. Pada keadaan demam kenaikan suhu tubuh sebesar 1oC akan menyebabkan kenaikan metabolisme basal sebanyak 10 - 15%, sementara itu kebutuhan oksigen pada otak naik sebesar 20%.
Pada anak kecil (kurang lebih 3 tahun) aliran darah ke otak mencapai 65% dari aliran seluruh tubuh, sedangkan pada orang dewasa hanya 15%. Dengan demikian pada anak-anak, kenaikan suhu tubuh lebih mudah menimbulkan gangguan pada metabolisme otak. Ini akan mengganggu keseimbangan sel otak yang dapat menyebabkan terjadinya lepas muatan listrik yang akan menyebar ke seluruh jaringan otak. Akibat terjadinya "korsluiling" inilah anak menjadi kejang-kejang.
serangan kejang biasanya timbul pada 16 jam pertama setelah kenaikan suhu tubuh dan biasanya pula kejang berlangsung kurang dari 10 menit. Kejang terjadi pada seluruh bagian tubuh dan pada umumnya akan berhenti dengan sendirinya setelah mendapat pertolongan pertama. Setelah kejang berhenti anak dengan cepat menjadi normal kembali, walaupun kadang-kadang untuk sesaat anak tidak memberikan reaksi apapun dan tampak mengantuk. Setelah beberapa menit anak terbangun dan sadar kembali.
Memang, kejang yang berlangsung lama (lebih dari 15 menit) dapat mengakibatkan kerusakan otak. Bila kerusakan itu terjadi pada otak daerah temporalis (kanan-kiri pelipis), ini dapat menjadi pusat terjadinya serangan epilepsi spontan di kemudian hari. Kejang juga bisa berakibat fatal bila berlangsung lama dan terus menerus, sebab hal ini dapat mengganggu peredaran darah ke otak, terjadinya kekurangan oksigen, keseimbangan air dan elektrolit dengan akibat oedema (pembengkakan otak). Oleh sebab itulah pertolongan dokter perlu lebih diminta.
Akan tetapi pada umumnya kejang demam yang berlangsung dalam waktu singkat sama sekali tidak menimbulkan kerusakan otak yang dapat membahayakan jiwa anak dan juga tidak menimbulkan gejala sisa seperti mental anak jadi terbelakang, kelainan
kecerdasan atau cerebral palsy (kelumpuhan otak).
Apabila kejang demam kemudian disusul dengan terjadinya kejang tanpa demam (epilepsi) kemungkinan terjadinya retardasi mental menjadi lima kali lebih besar daripada anak yang hanya mengalami kejang demam sederhana.
Berbeda dengan anak yang memang mengidap epilepsi, anak yang pernah mengalami kejang lagi setelah berusia 4-6 tahun.
Dari basil penelitian diketahui kemungkinan kejang terulang kembali pada anak berusia kurang dari 13 bulan sebesar 30% untuk anak laki-laki, sedangkan untuk anak perempuan lebih besar lagi, yaitu 50%. Pada anak berusia 13 bulan-3 tahun dengan anggota keluarganya pernah mengalami kejang, kemungkinan berulangnya sebesar 50%, sementara anak yang keluarganya tidak ada yang pernah mengalami kejang kemungkinannva hanya 25%. Biasanya perulangan ini terjadi pada 6 bulan pertama setelah serangan kejang yang terakhir.
Usaha pencegahan
Untuk mencegah agar anak tidak menjadi kejang, yang terpenting, secepat mungkin menurunkan suhu badan anak atau mencegah agar anak yang sedang menderita sakit, panas badannya tidak meninggi, misalnya dengan mengompres kepala anak atau memberi obat penurun panas.
Untuk mengurangi kemUngkinan terserang kejang demam sederhana, bisa juga anak diberi obat pencegah kejang terutama kepada anak yang pernah mengalaminya, mengingat kejang demam bisa muncul lagi. Obat yang terdiri atas obat antikejang dan penurun panas itu diberikan pada saat anak menderita demam saja. Obat ini biasanya berupa phenobarbital atau diazepam yang diperoleh dari dokter.
Namun, obat ini tidak sepenuhnya menjamin anak tidak akan terserang kejang, sebab kejang demam sederhana baru timbul pada 16 jam pertama setelah terjadi demam dan juga kejang dapat timbul meskipun anak suhu tubuh tidak terlalu tinggi. Jadi meskipun anak sudah diberi obal antikejang, ada kemungkinan anak tetap terserang. Obat ini sebaiknya tidak diberikan lagi setelah anak berusia sekitar empat tahun, karena kemungkinan timbulnya kejang demam lagi sangat kecil.
Tidak selamanya kenaikan suhu tubuh pada anak diikuti kejang, lebih-lebih pada anak yang belum pernah mengalami kejang demam dan atau tidak ada anggota keluarganya pernah terserang kejang demam. Karena itu anak ini tak perlu diberi obat antikejang.
Berbeda dengan kejang demam sederhana, anak yang ternyata mengidap epilepsi atau mengalami kelainan saraf, seperti retardasi mental atau kelumpuhan otak, perlu diberi obat antikejang seetiap hari dalam Waktu lama (profilaksi jangka panjang) untuk mencegah timbulnya kejang.
Bagaimanapun tindakan pencegahan lebih baik daripada pengobatan. Namun, lebih sempurnalah apabila setelah mengalami kejang, anak lekas dibawa ke dokter untuk melacak lebih jauh apakah di balik kejang itu anak mengidap penyakit yang berbahaya atau tidak. (Mk/Is).
Kalau anak Anda mengalami kejang-kejang (stuip) segeralah membuka semua pakaiannya agar ia dapat bernafas dengan leluasa. Masukkan gagang sendok yang telah dibalut sapu tangan bersih ke dalam mulut agar jalan nafasnya terbuka dan lidah tidak tergigit sewaktu kejang. Untuk menurunkan suhu badan, si anak "dimandikan" atau diseka dengan alkohol berkadar 70%. Kalau tidak ada alkohol, bisa juga kepala anak dikompres dengan air dingin atau es, atau segera diberi obat penurun panas.
Apabila anak menderita kejang pertama kali, biasanya orang tua cemas sekali. Memang ada alasannya dan seyogyanya anak segera dibawa ke dokter, lebih-lebih kalau anak berumur kurang dari 6 bulan atau di atas 4 tahun.
Kejang merupakan gejala yang dapat disebabkan oleh berbagai penyakit dari yang bersifat ringan seperti radang tenggorokan sampai yang berat seperti radang otak, tumor otak dan sebagainya. Namun yang paling sering dijumpai pada anak-anak adalah kejang demam sederhana. Limapuluh persen anak yang mengalami serangan kejang pertama pada umur di bawah lima tahun menderita kejang demam sederhana. Demikian menurut dr.Tatang Kustiman dari RS Sumber Waras.
Dua macam kejang
Ada dua golongan kejang demam, yaitu kejang demam sederhana dan kejang yang timbul pada anak yang memang memiliki penyakit epilepsi (ayan). Kejang pada penderita epilepsi ini bisa muncul antara lain karena adanya serangan demam. Epilepsi ini terjadi lebih banyak karena faktor keturunan, meski sampai saat ini belum diketahui bagaimana cara penurunannya.
Kadang-kadang sulit dibedakan apakah anak mengalami kejang karena demam ataukah epilepsi. Untuk mengetahuinya memerlukan pemeriksaan dokter lebih lanjut.
Pada umumnya kejang demam (sederhana) sering timbul pada anak berusia 6 bulan - 4 tahun. Kejang yang dialami oleh anak di bawah 6 bulan, sering disebabkan oleh trauma kelahiran, termasuk karena kekurangan oksigen pada bayi baru lahir, perdarahan otak atau kelainan otak bawaan.
Kejang pada anak di atas usia empat tahun lebih sering disebabkan oleh epilepsi, kerusakan otak, infeksi otak, sementara infeksi akut di luar otak kian jarang menjadi penyebabnya.
Timbulnya serangan kejang demam adalah akibat terjadinya kenaikan suhu tubuh yang tinggi dan cepat. Kenaikan suhu tubuh yang menyebabkan kejang ini bisa tinggi atau hanya 38oC saja. Naiknya suhu tubuh biasanya disebabkan karena infeksi di luar susunan syaraf pusat (otak) seperti radang tonsil (amandel), radang telinga bagian tengah, bronkitis, bisul dan kadang-kadang karena mencret akibat virus.
Mengapa seorang anak mengalami kejang bila demam menyerang, sedangkan anak lain tidak, hingga kini belum dapat diterangkan dengan jelas. Banyak teori diajukan, di antaranya menyatakan bahwa ambang rangsang kejang secara individu berbeda, pada tiap anak, dan ambang rangsang ini menurun bila suhu tubuh meninggi. Jadi seorang anak akan mengalami kejang atau tidak tergantung pada tinggi rendahnya ambang rangsang kejang ini.
Akibat "korsluiting"
Untuk mempertahankan fungsi dan kelangsungan hidupnya, sel otak memerlukan energi, terutama berasal dari hasil pembakaran glukosa oleh oksigen yang berasal dari paru-paru. Pada keadaan demam kenaikan suhu tubuh sebesar 1oC akan menyebabkan kenaikan metabolisme basal sebanyak 10 - 15%, sementara itu kebutuhan oksigen pada otak naik sebesar 20%.
Pada anak kecil (kurang lebih 3 tahun) aliran darah ke otak mencapai 65% dari aliran seluruh tubuh, sedangkan pada orang dewasa hanya 15%. Dengan demikian pada anak-anak, kenaikan suhu tubuh lebih mudah menimbulkan gangguan pada metabolisme otak. Ini akan mengganggu keseimbangan sel otak yang dapat menyebabkan terjadinya lepas muatan listrik yang akan menyebar ke seluruh jaringan otak. Akibat terjadinya "korsluiling" inilah anak menjadi kejang-kejang.
serangan kejang biasanya timbul pada 16 jam pertama setelah kenaikan suhu tubuh dan biasanya pula kejang berlangsung kurang dari 10 menit. Kejang terjadi pada seluruh bagian tubuh dan pada umumnya akan berhenti dengan sendirinya setelah mendapat pertolongan pertama. Setelah kejang berhenti anak dengan cepat menjadi normal kembali, walaupun kadang-kadang untuk sesaat anak tidak memberikan reaksi apapun dan tampak mengantuk. Setelah beberapa menit anak terbangun dan sadar kembali.
Memang, kejang yang berlangsung lama (lebih dari 15 menit) dapat mengakibatkan kerusakan otak. Bila kerusakan itu terjadi pada otak daerah temporalis (kanan-kiri pelipis), ini dapat menjadi pusat terjadinya serangan epilepsi spontan di kemudian hari. Kejang juga bisa berakibat fatal bila berlangsung lama dan terus menerus, sebab hal ini dapat mengganggu peredaran darah ke otak, terjadinya kekurangan oksigen, keseimbangan air dan elektrolit dengan akibat oedema (pembengkakan otak). Oleh sebab itulah pertolongan dokter perlu lebih diminta.
Akan tetapi pada umumnya kejang demam yang berlangsung dalam waktu singkat sama sekali tidak menimbulkan kerusakan otak yang dapat membahayakan jiwa anak dan juga tidak menimbulkan gejala sisa seperti mental anak jadi terbelakang, kelainan
kecerdasan atau cerebral palsy (kelumpuhan otak).
Apabila kejang demam kemudian disusul dengan terjadinya kejang tanpa demam (epilepsi) kemungkinan terjadinya retardasi mental menjadi lima kali lebih besar daripada anak yang hanya mengalami kejang demam sederhana.
Berbeda dengan anak yang memang mengidap epilepsi, anak yang pernah mengalami kejang lagi setelah berusia 4-6 tahun.
Dari basil penelitian diketahui kemungkinan kejang terulang kembali pada anak berusia kurang dari 13 bulan sebesar 30% untuk anak laki-laki, sedangkan untuk anak perempuan lebih besar lagi, yaitu 50%. Pada anak berusia 13 bulan-3 tahun dengan anggota keluarganya pernah mengalami kejang, kemungkinan berulangnya sebesar 50%, sementara anak yang keluarganya tidak ada yang pernah mengalami kejang kemungkinannva hanya 25%. Biasanya perulangan ini terjadi pada 6 bulan pertama setelah serangan kejang yang terakhir.
Usaha pencegahan
Untuk mencegah agar anak tidak menjadi kejang, yang terpenting, secepat mungkin menurunkan suhu badan anak atau mencegah agar anak yang sedang menderita sakit, panas badannya tidak meninggi, misalnya dengan mengompres kepala anak atau memberi obat penurun panas.
Untuk mengurangi kemUngkinan terserang kejang demam sederhana, bisa juga anak diberi obat pencegah kejang terutama kepada anak yang pernah mengalaminya, mengingat kejang demam bisa muncul lagi. Obat yang terdiri atas obat antikejang dan penurun panas itu diberikan pada saat anak menderita demam saja. Obat ini biasanya berupa phenobarbital atau diazepam yang diperoleh dari dokter.
Namun, obat ini tidak sepenuhnya menjamin anak tidak akan terserang kejang, sebab kejang demam sederhana baru timbul pada 16 jam pertama setelah terjadi demam dan juga kejang dapat timbul meskipun anak suhu tubuh tidak terlalu tinggi. Jadi meskipun anak sudah diberi obal antikejang, ada kemungkinan anak tetap terserang. Obat ini sebaiknya tidak diberikan lagi setelah anak berusia sekitar empat tahun, karena kemungkinan timbulnya kejang demam lagi sangat kecil.
Tidak selamanya kenaikan suhu tubuh pada anak diikuti kejang, lebih-lebih pada anak yang belum pernah mengalami kejang demam dan atau tidak ada anggota keluarganya pernah terserang kejang demam. Karena itu anak ini tak perlu diberi obat antikejang.
Berbeda dengan kejang demam sederhana, anak yang ternyata mengidap epilepsi atau mengalami kelainan saraf, seperti retardasi mental atau kelumpuhan otak, perlu diberi obat antikejang seetiap hari dalam Waktu lama (profilaksi jangka panjang) untuk mencegah timbulnya kejang.
Bagaimanapun tindakan pencegahan lebih baik daripada pengobatan. Namun, lebih sempurnalah apabila setelah mengalami kejang, anak lekas dibawa ke dokter untuk melacak lebih jauh apakah di balik kejang itu anak mengidap penyakit yang berbahaya atau tidak. (Mk/Is).
Bahaya 'hubungan'pada bulan-bulan terakhir kehamilan?
Mingguan MIMBAR KARYA, 6 MEI 1990
Ada pendapat bahwa hubungan kelamin yang dilakukan pada bulan-bulan terakhir kehamilan mengandung risiko besar. Seperti anak dapat lahir sebelum waktunya atau dapat terjadi infeksi cairan ketuban.
Walaupun tidak selalu, hubungan kelamin dapat menyebabkan terjadinya orgasme (titik kepuasan) pada ibu. Pada saat orgasme ini, rahim akan ikut berkontraksi secara berirama dengan tenggang waktu 0.8 detik. Semakin sering hubungan kelamin itu dilakukan, kemungkinan terjadinya orgasme akan semakin besar dan akan semakin sering jugalah "rumah" si janin terguncang-guncang akibat terjadinya kontraksi rahim itu. Itulah sebabnya, janin menjadi tidak betah berdiam di rumah yang sering mengalami gempa ini dan menuntut cepat-cepat keluar.
Bersamaan dengan keluarnya air mani pria, dikeluarkan juga suatu zat yang disebut zat prostaglandin. Walaupun tidak banyak, zat ini juga dapat mengakibatkan terjadinya "gempa" tadi. Mungkin Anda telah mengetahui apa bahayanya bila janin keluar sebelum waktunya atau prematur. Semakin muda usia kandungan, akan semakin besar kemungkinan pembentukan alat-alat tubuhnya belum sempurna betul, dan fungsi alat-alat tubuh itu belum optimal. Maka besar kemungkinan terjadinya cacat bawaan, angka sakit dan angka kematian yang jauh lebih besar daripada bayi-bayi yang dilahirkan cukup bulan.
Masih ada lagi bahaya lain, yaitu infeksi cairan ketuban. Pada saat mengadakan hubungan kelamin, penis lelaki akan mendorong puluhan ribu bahkan jutaan kuman-kuman (yang dalam keadaan normal memang terdapat di dalam dinding vagina), masuk ke dalam rahim, bergerombol pada dinding luar placenta dan bisa menyebabkan terjadinya infeksi pada cairan ketuban. Bayi-bayi ini akan dilahirkan prematur dan mungkin segera meninggal karena masuknya kuman-kuman ini ke dalam paru-paru dan aliran darahnya, dan menyebabkan proses peradangan di sana.
Mungkin akan besar manfaatnya menunda keinginan untuk melakukan hubungan kelamin di saat-saat seperti ini. Namun apabila keinginan itu tidak tertunda lagi, pergunakanlah kondom atau bilaslah daerah sekitar vagina dengan cairan antiseptik segera setelah usai.
Tinggi rendahnya frekuensi "hubungan" antara sepasang suami istri dipengaruhi oleh beberapa faktor tertentu. Di antaranya usia pernikahan, umur kedua suami istri, beberapa penyakit, stamina dan vitalita energi, keadaan gizi dan naluri libido. Semakin lama usia pernikahan biasanya semakin menurun tingkat frekuensi koitus.
Tidak setiap wanita mempunyai suami yang libidonya sama. Ada wanita yang kebetulan suaminya berlibido rendah, sehingga frekuensi "hubungan" mereka juga rendah. Bahkan hubungan tidak terjadi, jika pihak suami tidak mengajak. Artinya keinginan "hubungan" lebih sering datang dari pihak istri. Tetapi tidak sedikit wanita mempunyai libido tinggi sekali, sehingga frekuensi "hubungan" mereka pun tinggi. Ada wanita yang tidak pernah semalam pun baginya berlalu tanpa merasakan degupan jantung suaminya.
Ada sebagian orang yang menganggap bahwa nafsu seks (libido) wanita akan menurun atau bahkan lenyap, jika ia sedang hamil, terutama jika hamil berat. Anggapan ini tidak benar. Secara biologik, adanya darah dalam jumlah banyak pada alat kelamin wanita hamil, biasanya akan menyebahkan meningkatnya keinginan seks. Selain itu, elastisitas dinding vagina pada hamil muda, memberikan stimulasi khusus terhadap suami.
Anda sendiri dapat merasakan hal tersebut pada diri Anda, apakah libido Anda menurun ketika hamil, atau justru semakin bertambah.
Kebanyakan wanita melaporkan bahwa mereka baru dapat menikmati koitus yang lebih sempurna, setelah mereka hamil. sebelum hamil, mereka tidak begitu dapat menikmati seks dengan sempurna. Bahkan mengalami orgasme pun jarang. Tetapi setelah hamil, mereka lebih berhasil mencapai orgasme. Salah satu faktor penyebabnya
menurut sementara penyelidikan ialah karena kedua belah pihak (suami istri) bebas dari perasaan khawatir kalau-kalau hubungan seks yang mereka lakukan akan menghasilkan kehamilan.
Tetapi ada pula wanita yang timbul naluri keibuannya ketika hamil, hal mana menyebabkan ia menekan keinginan seksnya. Tetapi penekanan keinginan seks ini sering tak menyebabkan menurunnya libido.
Selain itu, ada wanita yang percaya akan tahyul, bahwa bayinya akan lemah (setelah lahirnya), jika kepala bayi tersebut terkena alat kelamin ayahnya. Juga ada yang merasa takut keguguran, jika ketika hamil, dilakukan "hubungan".
Pada wanita tertentu, di saat hamil, dinding vagina terlalu lunak untuk berhubungan seks, sehingga kedua belah pihak hampir-hampir tidak merasakan adanya stimulasi. Perasaan menyenangkan menjadi sangat berkurang, sehingga keinginan seks dapat menjadi lenyap karenanya.
Jadi tidak selamanya wanita hamil mengalami peningkatan libido. Ada juga yang menurun dan ada juga yang libidonya tetap seperti biasa, tidak ada perubahan.
Bagi wanita-wanita yang sering miskram atau melahirkan sebelum waktunya (prematur) dan telah sering hamil perlu memperhatikan hal-hal sebagai berikut:
Hubungan seks sebaiknya dibatasi frekuensinya hanya sekali setiap minggu, jika kehamilan telah berusia 5 bulan, dan 3 kali setiap bulan, jika usia kehamilan telah 8 bulan. Setelah usia kehamilan 9 bulan, Anda perlu berusaha memberi suami Anda pengertian agar ia bersabar hingga 40 hari setelah Anda melahirkan.
Posisi bersenggama harus diubah-ubah, sesuai dengan keadaan dan perkembangan kandungan. Kemudian pihak pria harus mengurangi gerakan-gerakan yang keras, sedang pihak wanita sebaiknya jangan turut melakukan gerakan-gerakan.
Stimulasi pads alat genitalia wanita harus dihentikan dan diganti dengan stimulasi-stimulasi pada buah dada. Stimulasi pada buah dada selama hamil bisa merupakan persiapan untuk perawatan bayi. Sebab penyedotan dimaksud memperkuat kulit payudara dan menariknya keluar.
Jika suami Anda membutuhkan koitus di atas batas frekuensi yang wajar, Anda sebaiknya berusaha meredakan ketegangan libidonya dengan jalan melakukan stimulasi terhadap dirinya, sehingga peredaran ketegangan libido dapat dilakukan. Karena menolak permintaannya secara kasar, akan menimbulkan keadaan buruk bagi kehidupan pernikahan anda berdua.
Melakukan hubungan seks ketika hamil memang adakalanya aman.Tetapi ada kalanya menimbulkan bahaya-bahaya tertentu, terutama jika hubungan seks tersebut dilakukan setelah hamil tua.
Keguguran dapat terjadi saat itu. Bayi dalam kandungan, bisa terganggu, terutama jika goncangan-goncangan terlalu keras. Oleh karenanya, koitus sebaiknya dihentikan setelah usia kehamilan di atas 6 bulan. (n).
Ada pendapat bahwa hubungan kelamin yang dilakukan pada bulan-bulan terakhir kehamilan mengandung risiko besar. Seperti anak dapat lahir sebelum waktunya atau dapat terjadi infeksi cairan ketuban.
Walaupun tidak selalu, hubungan kelamin dapat menyebabkan terjadinya orgasme (titik kepuasan) pada ibu. Pada saat orgasme ini, rahim akan ikut berkontraksi secara berirama dengan tenggang waktu 0.8 detik. Semakin sering hubungan kelamin itu dilakukan, kemungkinan terjadinya orgasme akan semakin besar dan akan semakin sering jugalah "rumah" si janin terguncang-guncang akibat terjadinya kontraksi rahim itu. Itulah sebabnya, janin menjadi tidak betah berdiam di rumah yang sering mengalami gempa ini dan menuntut cepat-cepat keluar.
Bersamaan dengan keluarnya air mani pria, dikeluarkan juga suatu zat yang disebut zat prostaglandin. Walaupun tidak banyak, zat ini juga dapat mengakibatkan terjadinya "gempa" tadi. Mungkin Anda telah mengetahui apa bahayanya bila janin keluar sebelum waktunya atau prematur. Semakin muda usia kandungan, akan semakin besar kemungkinan pembentukan alat-alat tubuhnya belum sempurna betul, dan fungsi alat-alat tubuh itu belum optimal. Maka besar kemungkinan terjadinya cacat bawaan, angka sakit dan angka kematian yang jauh lebih besar daripada bayi-bayi yang dilahirkan cukup bulan.
Masih ada lagi bahaya lain, yaitu infeksi cairan ketuban. Pada saat mengadakan hubungan kelamin, penis lelaki akan mendorong puluhan ribu bahkan jutaan kuman-kuman (yang dalam keadaan normal memang terdapat di dalam dinding vagina), masuk ke dalam rahim, bergerombol pada dinding luar placenta dan bisa menyebabkan terjadinya infeksi pada cairan ketuban. Bayi-bayi ini akan dilahirkan prematur dan mungkin segera meninggal karena masuknya kuman-kuman ini ke dalam paru-paru dan aliran darahnya, dan menyebabkan proses peradangan di sana.
Mungkin akan besar manfaatnya menunda keinginan untuk melakukan hubungan kelamin di saat-saat seperti ini. Namun apabila keinginan itu tidak tertunda lagi, pergunakanlah kondom atau bilaslah daerah sekitar vagina dengan cairan antiseptik segera setelah usai.
Tinggi rendahnya frekuensi "hubungan" antara sepasang suami istri dipengaruhi oleh beberapa faktor tertentu. Di antaranya usia pernikahan, umur kedua suami istri, beberapa penyakit, stamina dan vitalita energi, keadaan gizi dan naluri libido. Semakin lama usia pernikahan biasanya semakin menurun tingkat frekuensi koitus.
Tidak setiap wanita mempunyai suami yang libidonya sama. Ada wanita yang kebetulan suaminya berlibido rendah, sehingga frekuensi "hubungan" mereka juga rendah. Bahkan hubungan tidak terjadi, jika pihak suami tidak mengajak. Artinya keinginan "hubungan" lebih sering datang dari pihak istri. Tetapi tidak sedikit wanita mempunyai libido tinggi sekali, sehingga frekuensi "hubungan" mereka pun tinggi. Ada wanita yang tidak pernah semalam pun baginya berlalu tanpa merasakan degupan jantung suaminya.
Ada sebagian orang yang menganggap bahwa nafsu seks (libido) wanita akan menurun atau bahkan lenyap, jika ia sedang hamil, terutama jika hamil berat. Anggapan ini tidak benar. Secara biologik, adanya darah dalam jumlah banyak pada alat kelamin wanita hamil, biasanya akan menyebahkan meningkatnya keinginan seks. Selain itu, elastisitas dinding vagina pada hamil muda, memberikan stimulasi khusus terhadap suami.
Anda sendiri dapat merasakan hal tersebut pada diri Anda, apakah libido Anda menurun ketika hamil, atau justru semakin bertambah.
Kebanyakan wanita melaporkan bahwa mereka baru dapat menikmati koitus yang lebih sempurna, setelah mereka hamil. sebelum hamil, mereka tidak begitu dapat menikmati seks dengan sempurna. Bahkan mengalami orgasme pun jarang. Tetapi setelah hamil, mereka lebih berhasil mencapai orgasme. Salah satu faktor penyebabnya
menurut sementara penyelidikan ialah karena kedua belah pihak (suami istri) bebas dari perasaan khawatir kalau-kalau hubungan seks yang mereka lakukan akan menghasilkan kehamilan.
Tetapi ada pula wanita yang timbul naluri keibuannya ketika hamil, hal mana menyebabkan ia menekan keinginan seksnya. Tetapi penekanan keinginan seks ini sering tak menyebabkan menurunnya libido.
Selain itu, ada wanita yang percaya akan tahyul, bahwa bayinya akan lemah (setelah lahirnya), jika kepala bayi tersebut terkena alat kelamin ayahnya. Juga ada yang merasa takut keguguran, jika ketika hamil, dilakukan "hubungan".
Pada wanita tertentu, di saat hamil, dinding vagina terlalu lunak untuk berhubungan seks, sehingga kedua belah pihak hampir-hampir tidak merasakan adanya stimulasi. Perasaan menyenangkan menjadi sangat berkurang, sehingga keinginan seks dapat menjadi lenyap karenanya.
Jadi tidak selamanya wanita hamil mengalami peningkatan libido. Ada juga yang menurun dan ada juga yang libidonya tetap seperti biasa, tidak ada perubahan.
Bagi wanita-wanita yang sering miskram atau melahirkan sebelum waktunya (prematur) dan telah sering hamil perlu memperhatikan hal-hal sebagai berikut:
Hubungan seks sebaiknya dibatasi frekuensinya hanya sekali setiap minggu, jika kehamilan telah berusia 5 bulan, dan 3 kali setiap bulan, jika usia kehamilan telah 8 bulan. Setelah usia kehamilan 9 bulan, Anda perlu berusaha memberi suami Anda pengertian agar ia bersabar hingga 40 hari setelah Anda melahirkan.
Posisi bersenggama harus diubah-ubah, sesuai dengan keadaan dan perkembangan kandungan. Kemudian pihak pria harus mengurangi gerakan-gerakan yang keras, sedang pihak wanita sebaiknya jangan turut melakukan gerakan-gerakan.
Stimulasi pads alat genitalia wanita harus dihentikan dan diganti dengan stimulasi-stimulasi pada buah dada. Stimulasi pada buah dada selama hamil bisa merupakan persiapan untuk perawatan bayi. Sebab penyedotan dimaksud memperkuat kulit payudara dan menariknya keluar.
Jika suami Anda membutuhkan koitus di atas batas frekuensi yang wajar, Anda sebaiknya berusaha meredakan ketegangan libidonya dengan jalan melakukan stimulasi terhadap dirinya, sehingga peredaran ketegangan libido dapat dilakukan. Karena menolak permintaannya secara kasar, akan menimbulkan keadaan buruk bagi kehidupan pernikahan anda berdua.
Melakukan hubungan seks ketika hamil memang adakalanya aman.Tetapi ada kalanya menimbulkan bahaya-bahaya tertentu, terutama jika hubungan seks tersebut dilakukan setelah hamil tua.
Keguguran dapat terjadi saat itu. Bayi dalam kandungan, bisa terganggu, terutama jika goncangan-goncangan terlalu keras. Oleh karenanya, koitus sebaiknya dihentikan setelah usia kehamilan di atas 6 bulan. (n).